Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 7 Nov 2022

Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Unitomo Surabaya Dikenalkan Kuliner Nusantara


Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Unitomo Surabaya Dikenalkan Kuliner Nusantara Perbesar

Surabaya, Kabarpas.com – Pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia telah berjalan dengan baik, khususnya PMM di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Dr. Annafi selaku dosen pembimbing Modul Nusantara (MN) telah menyusun beberapa kegiatan yang berkaitan langsung dengan Kebhinnekaan, kebanggsaan dan refleksi terhadap budaya-budaya nusantara sampai kepada kuliner nusantara.

Terbukti dalam kegiatan MN yang digelar pada hari Senin, 7 November 2022 ini, Annafi membuat suatu program kegiatan dengan tajuk Menjelajahi kuliner nusantara dengan segala ciri khas dan sejarahnya.

Beragamnya daerah yang terbentang dari Sabang hingga Merauke tidak hanya menjadikan Indonesia kaya akan suku dan budayanya melainkan juga ragam kulinernya, bertempat di Gedung F lantai 3 PMM Unitomo melaksanakan kegiatan kuliner nusantara guna untuk memperkenalkan makanan khas daerah masing-masing mahasiswa PMM berasal.

“Kegiatan modul nusantara tidak hanya menguatkan tentang wawasan kebangsaan, toleransi dalam keberagaman, akan tetapi merajut kekeluargaan dan kebersamaan dalam bingkai kuliner nusantara, dimana mahasiswa yang satu dan yang lain nya saling mencicipi makanan khas daerah masing-masing sekaligus di ceritakan sejarah lahirnya makanan itu sendiri dan kapan makanan khas itu disuguhkan dan dijadikan sebagai oleh-oleh,” tutur Annafi.

Salah satu perwakilan mahasiswa memperkenalkan coto mangkasara atau Coto makassar makanan tradisional Suku Bugis dan Suku Makassar, Sulawesi Selatan. Konon coto ini sudah ada sejak masa Kerajaan Gowa Tepatnya di Kabupaten Gowa pada abad ke-16 yang dulunya hidangan coto ini hanya disajikan kepada keluarga kerajaan.

Melan Ayu Shafira, mahasiswa yang berasal dari makassar menyampaikan, kegiatan PMM ini tidak hanya menambah wawasan, ilmu dan pengetahuan, lebih dari semua itu kegiatan ini telah melahirkan kebersamaan dari banyaknya perbedaan.

“Tentunya tidak hanya memberikan kesan dan pesan, melainkan akan menyisakan kenangan sepanjang ingatan kepada kami semua, sesuai dengan tagline PMM, Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya,” tutupnya. (slo/ida).

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Soroti Aset Desa hingga Bantuan Sosial, Warga Rowoindah Desak Penjelasan Pemerintah Desa

23 Juni 2026 - 09:44

Dari Bank Sampah ke Green Jobs: Riset ESG PT Pegadaian Ungkap Masa Depan Ekonomi Hijau Indonesia

23 Juni 2026 - 08:05

Aksi Massa Dukung MBG Berlanjut Datangi Kantor DPRD Trenggalek

22 Juni 2026 - 19:08

DPRD Jember Setujui Pembahasan Enam Raperda Usulan Pemkab, Fawait Soroti Optimalisasi Pendapatan Daerah

22 Juni 2026 - 17:20

Hapkido Jember Bawa Pulang 8 Medali dari Banyuwangi, Pelatih Bidik Prestasi Lebih Tinggi

22 Juni 2026 - 10:27

Supervisi 209 Dapur MBG di Jember Rampung, Bupati Fawait Sebut Administrasi Mulai Tertib

21 Juni 2026 - 15:13

Trending di KABAR NUSANTARA