Reporter : Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Petani di Kabupaten Probolinggo tidak perlu resah lagi akan kekurangan pupuk bersubsidi. Karena tahun ini, Kabupaten Probolinggo digelontor pupuk bersubsidi sebanyak 82.017 ton dari Provinsi Jawa Timur. Terdiri dari Urea 43.334 ton, ZA 19.867 ton, SP36 4.322 ton, NPK 10.827 ton dan organik 3.667 ton.
“Semoga alokasi pupuk bersubsidi ini mampu mencukupi kebutuhan pupuk petani di Kabupaten Probolinggo. Jika dalam perjalanannya mengalami kekurangan, tentunya akan dilakukan re-alokasi antar wilayah dan antar distributor,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari, Sabtu (13/1/2018).
Alokasi ini didasarkan pada Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Nomor 521.1/3782/110.2/2017 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2018.
“Setelah mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi, kami kemudian melakukan alokasi pupuk bersubsidi ini kepada semua kecamatan di Kabupaten Probolinggo,” jelas Hasyim.
Alokasi pupuk bersubsidi untuk 24 kecamatan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo Nomor 521.3/002/426.119/2018 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian di Kabupaten Probolinggo tanggal 2 Januari 2018.
“Pertimbangan dari pemberian alokasi ini antara lain data serapan realisasi pupuk bersubsidi tahun 2017, kesesuaian data antara tim verifikasi kecamatan dengan distributor masing-masing produsen serta RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Sehingga alokasi setiap kecamatan tidak sama,” terang Hasyim.
Salah satu penyebab terjadinya kekurangan pupuk bersubsidi karena pemupukan yang berlebihan dan tidak berimbang. Apalagi petani masih fanatik kepada salah satu jenis pupuk dan tidak mau menggunakan jenis pupuk lain.
“Dengan adanya alokasi pupuk bersubsidi ini diharapkan agar para petani di Kabupaten Probolinggo bisa segera melakukan musim tanam dengan melakukan pemupukan yang berimbang,” tukas Hasyim. (fudz/nis)

















