Reporter: Anwar Anas
Editor: Abu Avzalea
___________________________________
Banyuwangi (Kabarpas.com) – Meninggalnya Mahrizal Ilham Aulia (34), seorang Pegawai Harian Lepas (PHL) Polsek Songgon, Banyuwangi, pada Senin, 03 Juli 2017 lalu di RSUD Blambangan, Banyuwangi. Diakibatkan adanya proyektil peluru yang bersarang di kepalanya.
Hal tersebut terungkap langsung dari keterangan Dokter Solaudin setelah melakukan proses outopsi. Di hadapan awak media ia menjelaskan bahwasanya penyebab meninggalnya korban karena ada proyektil peluru yang bersarang di bagian kepala akibat luka tembak.
“Proyektil peluru dengan ukuran 1,5 cm lawan 1,5 cm tersebut, dari kepala masuk ke otak hingga ke dalaman 13 cm,” ucap Dokter Solaudin kepada Kabarpas.com biro Banyuwangi, Senin (03/07/2017).
Dokter Solaudin menambahkan, bersarangnya peluru tersebut membuat kerusakan pada otak dan mengakibatkan pendarahan. Hingga akhirnya korban meninggal dunia. “Kita juga menemukan luka lebam di bagian dahi dengan diameter 3 cm. ” imbuhnya.
Usai dilakukan otopsi jenazah korban langsung di pulangkan ke rumah duka di Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Dan dikawal oleh mobil patwal milik Polantas Polres Banyuwangi. Di tempat yang sama terlihat istri korban lemas tak berdaya melihat kenyataan bahwa suaminya telah mininggal dunia.
Seperti dikabarkan sebelumnya, Mahrizal Ilham Aulia merupakan PHL Polsek Songgon. Meninggal akibat tertembak pistol Brigadir Edi Budi Hartanto saat berada di POS PAM Wisata Lebaran 2017, di desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. (war/abu).

















