Probolinggo, Kabarpas.com – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ki Hajar Dewantara di Desa Sumberkerang Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo membekali warga belajar dengan keterampilan mengolah produk makanan. Salah satunya melalui praktik pembuatan stik bawang yang dilengkapi materi pengemasan hingga pemasaran.
Kegiatan tersebut menyasar warga belajar program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C. Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada proses menghasilkan sebuah produk yang memiliki nilai jual, mulai dari pengolahan bahan hingga strategi memasarkannya.
Instruktur kegiatan Wahyu Agustini memberikan materi dan pendampingan mengenai pembuatan stik bawang. Peserta tidak hanya dikenalkan pada proses produksi, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang cara mengolah produk agar layak dipasarkan.
Materi pelatihan mencakup tahapan pembuatan stik bawang, proses pengolahan, pengemasan hingga tata cara pemasaran. Rangkaian materi tersebut dirancang agar warga belajar memahami bahwa menghasilkan produk makanan tidak berhenti pada proses pembuatan, tetapi juga membutuhkan kemasan yang menarik dan strategi pemasaran yang tepat.
Ketua Yayasan PKBM Ki Hajar Dewantara Badrur Rosyad mengatakan kegiatan keterampilan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan bekal tambahan kepada warga belajar agar memiliki kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan kesetaraan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu memberikan pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat,” katanya.
Melalui pelatihan pembuatan stik bawang jelas Badrur, warga belajar diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, memahami peluang usaha serta memiliki keberanian untuk mencoba kegiatan produktif secara mandiri.
“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan materi keterampilan yang beragam sehingga warga belajar memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan yang lebih luas setelah mengikuti pendidikan di PKBM,” harapnya.
Sementara Kepala PKBM Ki Hajar Dewantara Farid mendukung pengembangan kegiatan pembelajaran yang memberikan keterampilan praktis kepada warga belajar.
Pembelajaran berbasis keterampilan seperti ini menjadi salah satu upaya memperluas pengalaman warga belajar pendidikan kesetaraan.
“Selain memperoleh pengetahuan akademik, mereka juga dapat mengenal keterampilan produktif yang berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi mandiri,” ungkapnya.
Dengan adanya materi pembuatan stik bawang hingga pemasaran, warga belajar diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memahami tahapan dasar dalam memperkenalkan dan menawarkan hasil olahan kepada konsumen. (len/ian).

















