Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 8 Mar 2025

Polemik Sengketa Wakaf Berakhir, KH. Mahrus Ali Resmi Jadi Ketua Nadzir Baru di Ponpes Darul Qur’an


Polemik Sengketa Wakaf Berakhir, KH. Mahrus Ali Resmi Jadi Ketua Nadzir Baru di Ponpes Darul Qur’an Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Sengketa panjang terkait tanah wakaf Pondok Pesantren (PonPes) Darul Qur’an Ketapan Pekoren Rembang Pasuruan akhirnya mencapai titik terang. Setelah berbulan-bulan investigasi dan mediasi, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Pasuruan resmi membentuk kepengurusan Nadzir baru, menyusul terbuktinya sejumlah pelanggaran hukum yang dilakukan oleh salah satu oknum Nadzir berinisial HS.

K.H. Machrus Ali secara aklamasi terpilih sebagai ketua Nadzir yang sah, mengakhiri konflik yang berlarut-larut dan mengembalikan pengelolaan tanah wakaf ke jalur yang benar sesuai syariat dan hukum yang berlaku.

Bahkan, usai melewati perdebatan yang cukup panjang, 11 orang anggota tim formatur akhirnya dipilih untuk menentukan Ketua dan anggota Nadzir baru.

Muhammad Yahya Arip selaku juru bicara sekaligus kuasa hukum majelis keluarga pewakaf mengungkapkan bahwa HS diduga kuat melakukan berbagai tindakan yang melanggar ketentuan hukum wakaf, antara lain:

  1. Memberhentikan pengurus secara sepihak: HS mengganti HJ. Nova Auliatul Faizah (Istri Almarhum KH.Mukhlas Syarif) Sebagai Anggota Nadzir tanpa koordinasi dengan pengurus lain maupun pemberitahuan ke BWI.
  2. Menyusun struktur yayasan sendiri: HS menyusun kepengurusan Yayasan  Ponpes Darul Qur’an tanpa melibatkan pengurus lainnya.

Terkait isu yang sempat beredar luas di luar, Yahya mengatakan bahwa Badan Wakaf Indonesia Kabupaten Pasuruan masih tetap wakaf belum ada perubahan.

Sebagaimana diketahui bahwa kepengurusan Nadzir baru ini telah terbentuk pada Februari 2025 lalu, melalui musyawarah yang digelar di Ponpes Darul Qur’an dengan melibatkan tokoh masyarakat, Kepala Desa, Kepala KUA, dan perwakilan Badan Wakaf Indonesia.

Yahya menambahkan bahwa di tengah perjalanan proses penyusunan Nadzir baru ini diwarnai intervensi HS yang memaksa agar salah seorang rekannya  dimasukkan dalam tim formatur.

Permintaan ini ditolak keras oleh KH. Machrus Ali dengan alasan bahwa orang luar yang bukan keluarga juga bukan pengurus atau warga setempat tidak memiliki hak ikut campur dalam pengelolaan tanah wakaf.

“Dengan terbentuknya kepengurusan Nadzir baru yang sah dan di akui oleh Badan Wakaf Indonesia Kabupaten Pasuruan. Saya berharap polemik yang terjadi di Pon Pes Darul Qur’an dapat berakhir, agar mengembalikan ketenangan dan fokus pada pengembangan Pondok Pesantren sebagai pusat pendidikan Islam dan dakwah yang berlandaskan nilai-nilai keikhlasan dan keberkahan wakaf,” pungkasnya. (rls/***).

Artikel ini telah dibaca 327 kali

Baca Lainnya

Bangun Ekosistem Entrepreneurship, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Berkolaborasi dengan KADIN dan Universitas Ciputra Surabaya

27 Juni 2026 - 08:21

Belum Bisa Naik Motor? Belajar dari Awal dengan Benar, Jadi Jago Cari_Aman Biar Happy

27 Juni 2026 - 08:10

MPM Honda Jatim Perkuat Kesiapan Karyawan Hadapi Situasi Darurat melalui Pelatihan di MPM Motor Cabang Ponorogo

27 Juni 2026 - 08:07

Webinar Internasional Hadis Indonesia–Malaysia: Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng dan UPSI Perkuat Kolaborasi Akademik Pembelajaran Hadis

27 Juni 2026 - 08:03

Kemenag dan BI Dorong Rohis Jadi Agen Perubahan dan Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital

27 Juni 2026 - 07:59

Ilmu Sosiologi di Pesantren Terpadu Al-Yasini

27 Juni 2026 - 07:51

Trending di Kabar Terkini