Reporter : M Zakariah
Editor : Diaz Octa
Pasuruan, Kabarpas.com – Dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Jawa Timur menggelar Temu Relawan LPBI NU Se-Jatim 2020 yang diselenggarakan di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan tersebut dihadiri 300 peserta dan dinarasumberi oleh 3 pakar dari Pengurus Pusat LPBI NU, BNPB, dan BPBD Jatim. Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari tersebut.
Kegiatan temu relawan kali ini bertujuan menyatukan visi dan misi kebersamaan sinergitas dalam satu bingkai NU Peduli Kemanusiaan, serta menyiapkan generasi muda relawan NU dalam peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusianya.
Menurut penjelasan Ali Yusuf, Ketua PP LPBI NU, LPBI NU memiliki peran penting untuk membantu pemerintah dalam pengurangan resiko bencana.
“Kita tidak tahu kapan bencana itu terjadi. Dengan kesiapan SDM relawan LPBI NU, dalam hal sekecil apapun bila sewaktu-waktu terjadi bencana, harus selalu siap hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan kita,” ungkap Ali Yusuf kepada Kabarpas.com.
Sementara dari BPBD Jawa Timur, yang diwakili Gatot Soebroto, menjelaskan tentang 3 fase dalam memahami bencana yaitu, pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana (pemulihan). Fase pemulihan setelah terjadi bencana merupakan hal yang paling penting karena berkaitan dengan kelangsungan hidup para korban bencana.
Ditambahkan oleh Papang, dari BNPB, bahwa sebagai relawan kebencanaan harus berpegang teguh pada panca dharma relawan, yaitu mandiri, profesional, solidaritas, sinergi, dan akuntabel.
Dengan kegiatan Temu Relawan diharapkan dapat mewujudkan Pentahelix dalam menjalankan tugas kemanusian Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim di Indonesia. (Zak/Diz).

















