Reporter : Kholid Andika
Editor : Agus Hartanto
___________________________________
Sidoarjo (Kabarpas.com) – Pusat pengendalian lumpur Sidoarjo (PPLS) akan merevitalisasi sejumlah makam di wilayah luar area peta terdampak di kecamatan Jabon Sidoarjo. Sekitar empat makam Islam yang akan direvitalisasi salah satunya makam Islam di Desa Besuki Jabon.
Pembangunan akan dikerjakan pada awal Bulan Oktober mandatang dengan nilai pembangunan makam senilai milyaran rupiah, setelah sejumlah pihak terkait melakukan sidak di makam Islam Desa Besuki, Selasa siang (12/09/2017)
Biaya pembangunan makam di Desa Besuki yang dianggarkan PPLS bervariasi, mengingat kondisi makam ada di dalam tanggul lumpur dan di luar tanggul lumpur. Di Desa Besuki ini akan dilakukan peninggian dan dilakukan pemasangan paving, tembok pembatas, patok makam dan pembangunan gapura makam.
“Untuk dua makam di dalam tanggul lumpur akan dilakukan peningian setinggi 3 meter dan dua makam di luar tanggul hanya dilakukan peninggian 50 centimeter. Untuk makam di dalam tanggul berjumlah dua makam dan sudah dianggarkan sebesar 1,2 milyar rupiah. Sedangkan dua makam di luar tanggul sudah dianggarkan sebesar 372 juta rupiah,” kata staf sosial PPLS, Untung Parminto kepada Kabarpas.com biro Sidoarjo.
Tak hanya di Desa Besuki, pusat pengendalian lumpur Sidoarjo juga telah merevitalisasi pembangunan makam di empat desa dengan total tujuh makam. Ke empat desa tersebut diantaranya desa Mindi, Kebonsari, Jatirejo dan desa Besuki pembangunannya dilakukan pada tahun 2017 ini.
Sementara itu, pihak desa menyambut baik akan adanya revitalisasi pembangunan makam korban lumpur yang selama ini kondisinya sangat memperhatinkan. Pasalnya, kondisi makam di Desa Besuki saat ini perlu direnovasi karena warga masih melakukan tradisi ziarah kubur ke makam kerabatnya yang sudah meninggal dunia.
“Dulu mau dikasih tangga untuk menuju makam. Kalau ini akan ditinggikan dan dikasih joglo, justru kami berterima kasih kepada PPLS. Mungkin kalau dikerjakan dan sangat urgen (mendesak) mendingan di dalam dulu,” ujar PLT Kades Besuki, Jumain. (lid/gus).

















