Sukorejo (Kabarpas.com) – Proses penyidikan dua jamaah umroh asal Kabupaten Pasuruan yang ditahan kepolisian Jeddah akibat bercanda soal bom di Bandara Internasional King Abdul Aziz saat di dalam pesawat Royal Brunei Darusalam 11 Januari 2017 lalu akhirnya selesai, Minggu (22/1/2017) sore.
Sayangnya, hingga berita ini ditulis pihak kepolisian Jeddah belum memberikan hasil dari pemeriksaan yang sudah dilakukan tersebut. Namun, sempat beredar kabar bahwa hasil penyidikan dua jamaah umroh ini, akan disampaikan langsung oleh Kepala Badan Investigasi dan Penyidikan Umum (BIPU) pada Senin (23/1/2017) siang.
“Pemeriksaannya sudah selesai pada Salat Dhuhur waktu Arab Saudi, kalau waktu Indonesia itu minggu sore. Tapi, sayangnya sampai sekarang kami masih belum ada informasi lebih lanjut,” kata Mustain, Marketing Area PT Sepinggan, saat dihubungi melalui sambungan seluler.
Dijelaskan, informasi yang didapatkan pihaknya bahwa dua jamaah umroh yang diketahui bernama Triningsih Kamsir Warsih (50), warga Dusun Pilangsari, Desa Beji, Kecamatan Beji, dan Umi Widayani Djaswadi (56), warga Jalan Bendosolo, Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Pasuruan itu, kembali dibawa ke sel tahanan atau penjara wanita di Islakhiyah, Dahbah, Jeddah.
“Kata perwakilan saya di sana (Jeddah.red), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) tidak memberikan keterangan apapun. Padahal perwakilan saya di sana bersama anak bu Umi , Lyan tidak boleh masuk atau mendekat saat pemeriksaan berlangsung,” terangnya.
Mustain juga mengatakan, pihaknya berusaha mempertanyakan perkembangan kasus ini ke Juru Bicara (Jubir) KJRI Armanatha. Alhasil, KJRI menjawab semua pertanyaan tentang hasil pemeriksaan ini. “Katanya, pemeriksaan itu sudah selesai dan hasilnya akan diumumkan pada Senin siang waktu setempat melalui BIPU di Jeddah,” imbuhnya.
Sementara itu, anak salah satu jamaah umroh yang ditahan di Jeddah akibat candaan soal bom Umi Widayani Djaswadi (56), Berlina Marganita (29) mengaku, kalau dirinya hanya bisa berdoa dan berharap agar hasil pemeriksaan ini merupakan kabar baik.
“Saya berharap semoga hasilnya baik. Dan saya juga berharap KJRI bisa mengupayakan dan membantu semaksimal mungkin. Dan saat ini, saya dan keluarga besar hanya bisa terus berdoa,” tandasnya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, kedua jamaah umroh asal Kabupaten Pasuruan tertahan di Arab Saudi. Penyebabnya, adalah gara-gara bercanda soal bom di pesawat. Kedua jamaah umroh yang dimaksud yaitu bernama Umi Widayani, (56), warga Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil dan Triningsih Kamsir, (50), warga Desa Beji, Kecamatan Beji. Keduanya masih ada hubungan satu saudara. (jon/sym).

















