Bugul Kidul (Kabarpas.com) – Pertumbuhan dan perkembangan negara di segala sektor ternyata tidak diimbangi dengan membaiknya pemahaman ideologi negara di kalangan pemuda. Bahkan, dari hasil survey yang dilakukan oleh sejumlah akademisi salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya menunjukkan bahwa 30% pemuda tidak memahami ideologi negara.
Kondisi ini tentunya menimbulkan keprihatinan di banyak kalangan. Hal inilah yang memacu Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Pasuruan untuk mengadakan acara Kegiatan Pemantapan Wawasan Kebangsaan.
Acara ini diselenggarakan di Gedoeng Woloe Kota Pasuruan, dengan menghadirkan narasumber yaitu dosen Fakultas Hukum Universitas Merdeka (Unmer) Pasuruan Dr. Ronny Winarno, SH.M.Hum. Sementara pesertanya berasal dari kalangan mahasiswa perguruan tinggi se-Kota Pasuruan, Pemuda Karang Taruna, Karang Taruna, serta pemuda pemuda yang aktif dalam organisasi kemasyarakatan.
“Melalui kegiatan ini saya harapkan pemuda-pemuda saat ini, khususnya pemuda Kota Pasuruan bisa memiliki rasa cinta tanah air. Karena pemuda-pemuda hari ini akan jadi pemimpin di hari esok,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Pasuruan, Hardi Utoyo dalam sambutannya, Selasa (08/11/2016).
Sementara Dr. Ronny Winarno dalam penyampaian materinya menjelaskan bahwa akhir-akhir ini ada suatu keprihatinan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Ada hal-hal yang harus benar-dikawal demi mempertahankan keutuhan bangsa dan negara ini. Dan semua itu sudah ada dalam Pancasila. Karena di situ mencakup semua hal tinggal kita mengimplementasikan di kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (mim/gus).

















