Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 22 Sep 2020

Puluhan Pengurus dan Pengawas Koperasi Ikuti Pelatihan Perkoperasian


Puluhan Pengurus dan Pengawas Koperasi Ikuti Pelatihan Perkoperasian Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasyah

 

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar pelatihan perkoperasian dalam rangka penguatan (internalisasi) kelembagaan koperasi di Kabupaten Probolinggo, Selasa hingga Kamis (22-24/9/2020) di Resto & Café Pantai Bohay Desa Binor Kecamatan Paiton.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto ini diikuti oleh 35 orang peserta dari unsur pengurus dan pengawas koperasi dari 15 koperasi di Kabupaten Probolinggo.

Selama 3 hari para pengurus dan pengawas koperasi ini mendapatkan materi tentang penguatan jatidiri koperasi oleh Praktisi Koperasi Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji, perpajakan koperasi oleh Konsultan Pajak Sidik Widjanarko dan internalisasi diri koperasi oleh Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan kunci sukses koperasi adalah pada pemahaman dan penanaman jatidiri koperasi untuk mewujudkan azas kekeluargaan dan gotong royong pada koperasi.

“Namun, koperasi juga harus tetap mengikuti perkembangan era ekonomi kompetitif revolusi industri 4.0 dengan mulai melaksanakan sistem kepranataan yang lebih modern dan inovatif terhadap tata laksana dan pelayanan koperasi,” katanya.

Menurut Anung, untuk mampu bersaing di era ekonomi kompetitif, koperasi harus sehat, tangguh dan mandiri. Untuk mewujudkannya, koperasi harus memiliki tata laksana koperasi yang baik (good cooperative governance). Dengan kepatuhan terhadap peraturan-peraturan tentang perkoperasian yang berlaku dan mengikat terhadap tata laksana koperasi.

“Tata laksana koperasi itu sendiri meliputi aspek organisasi, usaha dan keuangan. Maka, untuk menjadi koperasi yang sehat dan mandiri, koperasi harus sehat organisasi, sehat usaha dan sehat keuangan,” jelasnya.

Anung menerangkan melalui reformasi dan pembaharuan sistem kepranataan manajemen tata kelola koperasi. Dengan transparansi dan akuntabilitas, melalui riil anggota, riil pengurus/pengawas dan riil asset.

“Dengan demikian, sekarang saatnya mengubah paradigma dalam dunia koperasi di Kabupaten Probolinggo. Untuk mewujudkan koperasi menjadi badan usaha yang modern, berkualitas serta berdaya saing,” pungkasnya. (mel/nis).

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Tembakau Paiton VO Probolinggo Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

19 September 2026 - 22:55

Penilik Sukapura-INOVASI Gelar Workshop Pengembangan Literasi bagi Guru PAUD

18 September 2026 - 11:40

Diperta Kabupaten Probolinggo Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4

15 September 2026 - 10:39

KREASI Kalbar Kunjungi SDN Sukapura 3, Pelajari Praktik Pembelajaran Kelas Rangkap

13 September 2026 - 23:13

Modul Kepemimpinan Disiapkan untuk Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

12 September 2026 - 14:50

Tiga Emas Disapu Bersih, FAJI Probolinggo Kuasai Slalom Kejurprov 2026

5 September 2026 - 17:01

Trending di Kabar Probolinggo