Reporter : Dimaz Zidan
Editor : Agus Hartanto
___________________________________
Probolinggo (Kabarpas.com) – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Kecamatan Wonomerto menggelar lomba membatik tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan yang dihadiri Camat Wonomerto Taufik Alami ini diikuti oleh 28 lembaga SD/MI dan SMP/MTs. Mereka membatik diatas kain berukuran 2×1,5 meter dengan motif kearifan lokal sesuai dengan potensi yang terdapat di masing-masing lembaga.
Kepala Cabang Dispendik Kecamatan Wonomerto Yunita Nur Laili mengatakan, untuk motif dan proses cantingnya dilakukan di lembaga masing-masing. Sementara di lokasi lomba dilakukan oleh anak didik, mulai dari proses pewarnaan, waterglass, perebusan, penjemuran dan pelorotan.
“Kalau semua dilakukan dari awal di lokasi lomba, waktunya tidak cukup. Oleh karena itu disepakati bahwa bahan yang dibawa sudah siap untuk proses pewarnaan hingga pelorotan,” katanya kepada Kabarpas.com biro Probolinggo.
Menurut Yunita, batik merupakan salah satu muatan lokal (mulok) yang masuk dalam Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) pada Kurikulum 2013 (Kurtilas). Dimana tujuannya untuk menggali potensi yang ada di masing-masing lembaga melalui sektor batik.
“Serta untuk menggali bakat dan melatih kreativitas anak didik supaya bisa berinovasi dalam bidang kerajinan membatik. Sehingga dengan demikian, anak didik memiliki bekal ketrampilan batik,” katanya.
Melalui kegiatan ini Yunita mengharapkan agar nantinya mampu membawa Kecamatan Wonomerto bangkit dari keterbelakangan, ketertinggalan dan keterpurukan sehingga bisa lebih maju dari sebelumnya.
“Mudah-mudahan lomba ini mampu menggali potensi lokal maupun bakat yang dimiliki oleh anak didik di masing-masing lembaga. Untuk kemudian bisa dikembangkan dengan lebih baik lagi,” harapnya.
Lomba membatik sengaja dipilih terang Yunita, karena sebelumnya memang sudah menggalakkan program batik. Setidaknya kegiatan ini bisa menjadi sarana untuk terus membudayakan batik di lembaga masing-masing. “Paling tidak nantinya di Kecamatan Wonomerto akan tumbuh sektor IKM yang bergerak di bidang batik tulis,” tandasnya.
Sementara itu, Camat Wonomerto Taufik Alami menyambut baik lomba membatik tulis tersebut. Menurutnya, lomba ini bisa dijadikan sebagai media pelestarian batik yang merupakan salah satu warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia.
“Kami akan terus mengangkat potensi di Kecamatan Wonomerto ini melalui motif batik. Harapannya, batik yang ada di Kecamatan Wonomerto bisa dikenal secara lebih luas lagi,” pungkasnya. (zid/gus).

















