Reporter : Moch Wildanov
Editor : Titin Sukmawati
Probolinggo, Kabarpas.com – Puluhan warga Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo menolak dan menghadang petugas untuk menjemput A-M (35) yang akan krantina. Selasa (29/9/2020).
Video aksi penolakan itu sempat viral di beberapa medsos, terekam puluhan warga menolak dan menghadang petugas untuk menjemput seorang warga hingga memacetkan arus lalu lintas Probolinggo – Situbondo.
Koordinator Gakkum Satgas Covid 19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Senin (28/9/2020) sore.
“Dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kita memilih tidak memaksakan kehendak. Secara persuasif terus kita berikan pemahaman, karena sesuai protokol ibu yang baru melahirkan hasil swabnya positif harus dilakukan Karantina,” tegas Ugas.
“Alhamdulillah, kini sudah paham dan bersedia dilakukan karantina, dan mereka minta bersama bayi yang baru dilahirkan,” tambahnya.
Sebelumnya, AM hamil tua dan saat dilakukan rapid hasilnya reaktif, harus diswab. Sambil menunggu hasil swab keluar AM dilakukan karantina 6 hari. Ia akan dikarantina di BKD karena yang bersangkutan melahirkan dan hasil Swab ternyata keluar hasilnya positif.
Sehari Am melahirkan ternyata pulang, sehingga terpaksa harus dijemput karena sesuai dengan protokol covid 19 yang bersangkutan dilakukan karantina. (wil/tin).

















