Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 7 Okt 2025

Purnamaan ke-10 di Pasuruan: Ribuan Talam Konsumsi Bersatu di Bawah Sinar Rembulan


Purnamaan ke-10 di Pasuruan: Ribuan Talam Konsumsi Bersatu di Bawah Sinar Rembulan Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Komplek Pajimatan Astana Niti Adi Ningrat atau yang dikenal sebagai Kanjeng Pangeran Surga Surgi pada Senin (6/10/2025). Acara Purnamaan Rutin ke-10 kembali digelar sebagai wujud pelestarian budaya dan sarana doa bersama.

​Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Diba’, Yasin, Tahlil, dan Doa bersama di Pajimatan Astana Niti Adi Ningrat, yang terletak di belakang Masjid Agung Al-Anwar Pasuruan. Acara kemudian dilanjutkan dengan tradisi Bari’an dan ramah tamah di area ikonik Payung Madinah yang berada di depan masjid agung.

Kebersamaan malam itu semakin hangat dengan sajian total 1.600 talam konsumsi, yang terdiri dari 1.000 talam nasi dan 600 talam kue, polo pendem (umbi-umbian), serta buah-buahan. Jumlah fantastis ini disajikan untuk melayani ribuan jamaah dan para pegiat budaya dari berbagai komunitas pecinta dan pelestari tradisi yang hadir.

​Gus Mamat dari Komunitas Rahayu menyampaikan bahwa seluruh hidangan tersebut merupakan simbol gotong royong dan semangat berbagi.

​Dua tokoh pecinta budaya yang hadir, Ki Putu dan Purwanto, menggarisbawahi pentingnya acara ini. Mereka menuturkan bahwa ritual saat purnama merupakan warisan leluhur sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada alam serta Sang Pencipta.

“Makanya kami semangat hadir di acara ini, sebagai bentuk menjaga warisan luhur nenek moyang,” ujar mereka.

Basori, tokoh penggerak acara Purnamaan, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran kegiatan tersebut. Ia berharap acara Purnamaan berikutnya dapat menarik partisipasi masyarakat yang lebih luas.

​”Semakin banyak yang hadir berarti semakin kuat semangat persatuan kita dalam kebhinekaan. Mari terus lestarikan budaya dan uri-uri leluhur,” terang Basori penuh semangat.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga simbol persaudaraan, pelestarian, dan kecintaan terhadap warisan budaya Nusantara di bawah naungan sinar bulan purnama.

​Purnamaan Rutin ke-10 ini membuktikan bahwa harmoni antara tradisi spiritual, pelestarian budaya, dan semangat kebersamaan masih kuat mengakar dalam kehidupan masyarakat Pasuruan. (ajo/ian).

Artikel ini telah dibaca 85 kali

Baca Lainnya

Penggiat Pertanian Organik Banyuanyar Dilatih Perbaiki Tanah Ramah Lingkungan

7 Mei 2026 - 13:18

DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Matangkan Sekber Sekolah Ramah Anak

7 Mei 2026 - 13:14

Jember Masuk Peta Penerbangan Nasional, Terkoneksi 15+ Kota Lewat Wings Air

6 Mei 2026 - 21:21

Resmi Diumumkan! Pemenang Program THR Honda Total 1 Miliar

6 Mei 2026 - 20:56

Kiai Tajul Mafakhir: Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

6 Mei 2026 - 20:23

Kandang Ayam 100 Ribu Ekor di Mumbulsari Meresahkan, Dinas Sebut Izin Tak Terdaftar

6 Mei 2026 - 18:32

Trending di KABAR NUSANTARA