Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 22 Jul 2017

Ratusan Guru Pendidikan Agama Islam SD di Probolinggo Gelar Halal Bihalal


Ratusan Guru Pendidikan Agama Islam SD di Probolinggo Gelar Halal Bihalal Perbesar

Reporter : Dimaz Zidan

Editor : Agus Hartanto

___________________________________

Probolinggo (Kabarpas.com) – Sedikitnya 650 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Probolinggo melakukan halal bihalal di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Sabtu (22/7/2017) pagi.

Kegiatan yanga mengambil tema “Tingkatkan Transformasi Etos Kerja Sebagai Nilai Ibadah serta Bersama Merajut Kasih Menuju Insan yang Cerdas” ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi suaminya Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H. Santoso serta sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo.

Ketua panitia Nurul Huda menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi dari semua guru PAI SD yang ada di Kabupaten Probolinggo dengan harapan kegiatan ini mampu memberikan manfaat dalam rangka meningkatkan semangat melaksanakan tugas dan kewajiban di lembaga masing-masing.

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa didalam hati para guru PAI SD ini harus ada getaran untuk mampu merubah mindset proses belajar mengajar di sekolah.

“Kalau tidak ada getaran dalam hati maka nantinya akan tinggal sebuah nama. Namun karena akalnya bergerak, maka mindset itu bisa dirubah. Marilah membuka lembaran baru, bagaimana guru PAI SD ini dalam proses belajar mengajar outputnya akhlakul karimah. Harus sepakat supaya ada makna bersama-sama akan jumpa di surga Allah,” katanya.

Menurut Hasan, hal ini penting mengingat bangsa Indonesia mayoritas beragama Islam. Dimana jika ingin belajar akhlak maka belajarlah kepada ulama Indonesia. Kebanggaan ini adalah tugas guru dan semua tokoh yang ada di Kabupaten Probolinggo. Sehingga etos kerja sebagai ibadah menjadikan tekad.

“Karena sudah menjadi pilihan, maka sisa hidup kalau tidak utk menanam kebajikan di profesinya mau ditanam dimana. Perjalanan anak-anak kita saat ini tidak lebih baik dari kita dahulu. Contohnya, setiap kemungkaran pelakunya bukan usia produktif tapi usia antara 20-30 tahun. Tentunya hal ini sudah mencoreng nama orang tua tidak baik dan menjadi contoh tidak baik bagi anak-anaknya,” terangnya.

Lebih lanjut Hasan menegaskan bahwa seorang guru PAI harus bisa berupaya bagaimana akhlak anak didiknya ini seimbang antara intelektuak dan akhlaknya. Guru harus mampu merubah gaya hidup saat ini dan melakukan introspeksi diri.

“Anak hari ini tidak butuh banyak retorika tapi butuh pelajaran dakwah bil hal dan uswah dari guru itu sendiri. Oleh karena itu dalam mendidik, akhlak dulu baru kecerdasan intelektualnya. Pasalnya kecerdasan intelektual anak hari ini melebihi dari akhlaknya. Kalau seorang guru tidak membawa uswah maka tidak akan berhasil,” terangnya.

Hasan menambahkan bahwa pembelajaran praktek bil hal itu lebih penting. Seimbangkan antara praktek dengan teori yang diajarkan. Seperti tata cara melakukan wudhu pada anak. “Banyak hal yang sepele tapi hakekatnya sah dan tidaknya sholat dari wudhu. Mari kita awali hari ini dari guru agama,” pungkasnya. (zid/gus).

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA