Reporter: Hari Kurniawan
Editor: Agus Hariyanto
_______________________________________________________________________
Kraksaan (Kabarpas.com) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo, memberikan sosialisasi pemanfaatan dana desa di ruang pertemuan Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo. Sosialisasi ini diikuti oleh 325 orang kepala desa se-Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE ini, menghadirkan narasumber dari Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, Pengadilan Negeri Kraksaan dan Kejaksanaan Negeri Kabupaten Probolinggo. Dan pembukaan acara ini dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah dan camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengungkapkan bahwa kepala desa memang dituntut semakin lama harus semakin taat dalam mematuhi peraturan perundangan-undangan. Demikian pula halnya dalam pemanfaatan dana desa.
“Ke depan, kepala desa lebih transparan dan efisien dalam pemanfaaan dana desa. Dimana tujuannya mengoptimalkan penggunanan dana desa. Apalagi ke depan kepala desa dituntut meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari menyampaikan, dalam menjalankan roda pemerintahan, kepala desa membutuhkan suasana yang tenang dan kondusif.
“Tidak akan mungkin kita kerja secara profesional, manakala disibukkan dengan beberapa kepentingan di luar tugasnya,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Menurut Bupati Tantri, seorang kepala desa komitmennya pasti sama bagaimana menjadi kepala desa dapat melayani rakyat secara maksimal. Manakala ada kekurangan, itu wajar karena sebagai sifat manusia.
“Jangan pernah takut apapun manakala anggaran yang dikelola ini tidak masuk kantong pribadi dan orang lain. Saya rasa pihak kepolisian sangat bertenggang rasa dan diberi tenggat waktu untuk memperbaiki. Saya selaku bupati akan terus memastikan kepala desa memberikan pelayanan yang baik dan sukses,” jelasnya.
Untuk menghadapi tantangan yang dihadapi pemerintahan desa, Bupati Tantri meminta agar kepala desa mampu membuat terobosan dan inovasi intuk membackup keuangan di desa.
“Rekrut tenaga akuntan untuk mengurusi pengelolaan keuangan desa. Saya tahu pengelolaan keuangan ini ruwet apabila diback up sendiri. Sehingga saya sudah merekrut tenaga akuntan dan ditempatkan di semua perangkat daerah. Tenaga akuntan sangat membantu dalam penyusunan laporan keuangan desa,” pungkasnya. (har/gus).

















