Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 27 Des 2025

Ratusan Warga Jelbuk Terdaftar UHC, Posyandu Didorong Perluas Layanan


Ratusan Warga Jelbuk Terdaftar UHC, Posyandu Didorong Perluas Layanan Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Upaya perluasan akses layanan kesehatan di Kabupaten Jember terus menunjukkan hasil. Dalam delapan bulan terakhir, sebanyak 531 warga Kecamatan Jelbuk berhasil terdaftar dalam program Universal Health Coverage (UHC) melalui Puskesmas Jelbuk. Capaian ini menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan primer yang kini difokuskan pada peran kader posyandu.

Data tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Rachman Hidayat, dalam kegiatan Gus’e Menyapa Jelbuk yang digelar di Kecamatan Jelbuk, Sabtu (27/12/2025). Menurutnya, penguatan kader posyandu merupakan elemen penting dalam implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) yang sedang dijalankan pemerintah daerah.

“Melalui ILP, posyandu tidak hanya melayani balita, tetapi menjadi pintu masuk layanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Rachman.

Dalam kegiatan tersebut, para kader posyandu mendapatkan pembekalan materi terkait UHC, imunisasi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Ketiga aspek ini menjadi pilar utama transformasi layanan kesehatan primer agar lebih terintegrasi, preventif, dan berkelanjutan.

Bupati Jember Muhammad Fawait yang hadir langsung dalam acara itu menegaskan bahwa kader posyandu memiliki posisi strategis dalam menghadapi persoalan kesehatan masyarakat. Ia menyoroti masih tingginya risiko komplikasi persalinan, kematian ibu dan bayi, serta ancaman stunting yang membutuhkan pendekatan dari tingkat paling dasar.

Gus Fawait menekankan bahwa pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, intervensi harus dimulai sejak sebelum pernikahan, dengan memastikan kesiapan fisik, mental, dan kesehatan calon ibu.

“Edukasi ini harus sampai ke masyarakat luas. Kader posyandu menjadi ujung tombaknya,” kata Gus Fawait.

Ia juga mengakui bahwa beban kerja kader posyandu di lapangan tidak ringan. Namun, Gus Fawait memastikan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperhatikan peran dan kesejahteraan para kader sebagai mitra strategis pembangunan kesehatan.

“Di era kepemimpinan kami, tidak mungkin kader posyandu tidak diperhatikan. Yang kami minta, mari bersama-sama mencegah stunting demi masa depan generasi Jember,” tegasnya.

Seiring diterapkannya Integrasi Layanan Primer, posyandu di Kabupaten Jember diarahkan untuk “naik kelas” dengan cakupan layanan yang lebih luas dan komprehensif. Peningkatan kapasitas kader dilakukan secara bertahap, mulai dari pemantauan kesehatan dasar hingga pendampingan pelayanan bersama tenaga medis.

Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan akan terus memperkuat fasilitas, sarana pendukung, serta kompetensi kader posyandu. Dengan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, posyandu diharapkan tetap menjadi fondasi utama layanan kesehatan dari tingkat paling dekat dengan warga. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Purworejo Night Carnival Semarak, Mas Adi Dorong Karang Taruna Jadi Penggerak Kreativitas Pemuda

27 September 2026 - 02:23

Bakesbangpol Jember Buka Ruang Kolaborasi bagi Ormas yang Tertib Administrasi

26 September 2026 - 10:46

Tak Perlu ke Faskes, Tim Homecare Jember Datangi Lima Warga di Balung 

26 September 2026 - 10:43

Serunya “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi”, MPM Honda Jatim Ajak Mahasiswa Universitas Jember #Cari_Aman

26 September 2026 - 10:38

463 Warga di Ajung Terverifikasi Jadi Sasaran Home Care Jember

26 September 2026 - 10:15

BPBD Jember Terima Bantuan 30 Tandon Air untuk Penanganan Kekeringan

26 September 2026 - 10:13

Trending di KABAR NUSANTARA