Purworejo (Kabarpas.com) – Petugas gabungan yang terdiri dari Polisi dan Satpol PP Kota Pasuruan, melakukan razia prostitusi di sejumlah tempat yang diindikasi kerapkali disalah gunakan untuk perbuatan mesum. Dari razia ini, petugas berhasil mengamankan tiga “wanita nakal” di dalam pasar Kebonagung, kota setempat.
Pantauan Kabarpas.com, razia ini sendiri dimulai dari taman Sekargadung. Tampak, sejumlah pasangan muda-mudi langsung semburat untuk kabur tatkala petugas gabungan itu tiba di lokasi. Bahkan, di lokasi ini petugas mendapatkan seorang remaja putri yang saat itu ditinggal kabur oleh cowoknya.
Remaja putri yang mengaku berasal dari Ranggeh, Kecamatan Gondangwetan ini pun menolak, saat disuruh petugas untuk naik ke mobil patroli. Bahkan, ia pun juga langsung menangis dan meminta kepada petugas agar ia diperkenankan untuk pulang ke rumahnya. Karena kasihan, petugas pun akhirnya melepaskan dan menyuruh si remaja putri itu, untuk segera pulang.
Selanjutnya, petugas langsung mengelilingi ke sejumlah sudut kota. Sayangnya petugas tak membuahkan hasil. Hingga akhirnya razia ini diakhiri di pasar Kebonagung. Di tempat inilah, petugas berhasil mengamankan tiga “wanita nakal” yang saat itu sedang asyik menemani pria kencanya untuk berkaraoke sembari menengak minuman keras (miras) oplosan di dalam sebuah kios yang ada di pasar tersebut.
“Razia ini kami lakukan setelah adanya laporan warga. Kalau di salah satu kios yang ada di dalam pasar Kebonagung ini, kerapkali disalahgunakan untuk perbuatan mesum dan miras,” ujar Kasatpol PP Kota Pasuruan, M Yunus Ilyas kepada Kabarpas.com saat ditemui di lokasi.
Yunus berjanji bahwa pihaknya akan tetap terus melakukan razia prostitusi ini, demi memberikan kenyamanan dan ketertiban bagi warga Kota Pasuruan.
“Pasuruan ini sudah lama dikenal sebagai kota santri, jadi sepertinya sangat tidak elok kalau di sini banyak ditemukan tempat yang digunakan untuk perbuatan mesum maupun miras. Untuk itu kami akan tetap berusaha menertibkan itu semua, demi menjaga image Pasuruan sebagai kota santri,” pungkasnya. (ajo/gus).

















