Reporter : Kurnia
Editor : Memey Mega
__________________________________
Malang, (Kabarpas.com) – Sejarah mempunyai peran andil bagi era saat ini bukan hanya nilai-nilai kepahlawan didalamnya tapi juga sebagai bentuk edukasi bagi penerus saat ini.
Sejarah saat ini tidak hanya berupa benda atau alat peninggalan tapi terdapat pula saksi bisu seperti tempat atau kediaman yang dapat dikategorikan sebagai bukti sejarah dan harus dipertahankan.
Sejarah ini yang kembali diangkat saat ini oleh warga di dusun Tawangsari, Sumbersari, Kota Malang melalui kegiatan Kampung Sejarah Tawangsari dengan tajuk ‘Reka Ulang Kampung Sumbersari di Masa Lampau’.
Festival yang akan digelar selama 2 hari yakni hari ini, Minggu (24/9) sampai Senin (25/9) tersebut diisi dengan beragam kegiatan seperti pasar tradisional bazar, stand pameran, terbang jidor, bantjakan djenang, cangkrukan ngopi bareng, pemoetaran film sedjarah, kesenian pentjak silat, kesenian Moesik kerontjong, pertoenjokan gamelan alit, drama pertempoeran gerilja, kesenian tari topeng, karawitan, dolanan lawas, moeseoum perdjoeangan, langgar ngaji.
Melatarbelakangi festival ini, Syah Anton, Ketua Pelaksana mengatakan jika kegiatan ini berawal dari komunitas laskar rakyat yang ingin menampilkan kembali sejarah.
“Awal mula karena warga ada komunitas Laskar Rakyat ingin mengangkat Sumbersari tempo dulu mengingat dulunya sebagai tempat markas Kapten Sumitro dalam perjuangan kemerdekaan dan disisi lain ada kaitan lomba kampung tematik di Kota Malang maka diadakannya kampung Sedjarah Tawangsari,” ucapnya saat ditemui wartawan Kabarpas.com.
Dalam festival ini Berbagai pihak ikut serta dan mendukung. Untuk kedepannya festival diharapkan dapat semakin meriah dan dikenal lagi oleh masyarakat.(kur/mey).

















