Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 1 Agu 2017

Sam Wes: Kota Malang Butuh Pembaruan, Bukan Perubahan Formasi


Sam Wes: Kota Malang Butuh Pembaruan, Bukan Perubahan Formasi Perbesar

Reporter : Fair Chalis

Editor : Memey Mega

___________________________________

Malang (Kabarpas.com) – Bakal Calon Walikota Malang dari Fraksi PDI-P, Wahyu Eko Setyawan menyatakan dengan tegas siap melawan kebijakan Pemerintah Kota yang dirasa merugikan masyarakat.

Apalagi jika menelisik kebelakang tentang beberapa kebijakan yang dianggap sudah menyalahi aturan, tentu sangat disayangkan jika terus dibiarkan.

“Jika kita menengok kembali ke belakang, pastilah kita bisa banyak menemukan catatan-catatan “Merah” yang bisa kita jadikan pelajaran untuk menata masa depan Kota Malang. Agar ke depan, langkah kita benar-benar mampu melahirkan PEMBARUAN, bukan sekedar PERUBAHAN formasi,” terang pria yang akrab disapa Sam Wes tersebut kepada Kabarpas.com biro Malang.

Menurutnya, beberapa kebijakan yang yang dirasa merugikan masyarakat itu, yakni kebijakan satu arah di Jalan Mbethek. Penggusuran PKL, tukang parkir dan kaum marijal di kawasan pusat kota yang sarat dengan militeristik. Serta maraknya toko modern di Kota Malang yang mengakibatkan lemahnya UKM.

“Dan sekarang ini, semakin terbukti bahwa selama ini Tata Kelola Pemerintahan Kota Malang dijalankan berdasarkan Paradigma “Trial & Error”. Bagaimana penggusuran wong cilik, PKL, pedagang pasar, tukang parkir, dan kaum marjinal. Seolah-olah, rakyat bukanlah manusia yang bisa diajak berdialog dari hati ke hati, dengan cara yang baik,” ucapnya.

Ia juga menegaskan, bagaimana Toko Modern Ilegal semakin merajalela, dan dibiarkan saja oleh Walikota Malang hingga saat ini. Meskipun sudah ada rekomendasi dan keputusan yang jelas dari Lembaga Ombudsman RI. “Apakah hal ini hanya akan kita diamkan saja?” tegas Sam Wes.

Dia berharap, Kota Malang yang merupakan rumah bagi masyarakatnya menemukan pemimpin yang tidak hanya sekedar membawa perubahan formasi, tapi juga pembaruan.

“Entah mungkin itu saya, atau yang lainnya. Tentunya saya sebagai warga Malang berharap rumah kita ini bisa mendapatkan sosok pimpinan yang membawa pembaruan. Jangan sampai kita mendapat pimpinan yang bahkan tidak bisa mimpin dirinya sendiri,” ungkap Sam Wes yang juga penggagas Sekolah Budaya Tunggul Wulung ini.

Jangan sampai, lanjut Sam Wes, Kota Malang diserahkan kepada orang yang hanya sibuk berebut kekuasaan, jabatan dan menumpuk harta, dan mengorbankan nasib ribuan warga Kota Malang.

“Saya Wani Melawan! Lebih baik putih tulang, daripada putih mata. Lebih baik mati berkalang tanah, daripada hidup menjadi pecundang!” pungkas Sam Wes. (lis/mey).

Artikel ini telah dibaca 26 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA