Tosari (Kabarpas.com) – Longsor kembali terjadi di lereng Bromo, tepatnya di Desa Podokoyo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (11/02/2017) siang. Bahkan, dalam sehari longsor tersebut sudah terjadi dua kali.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, longsor yang pertama terjadi di jalur wisata Bromo yaitu di lokasi Desa Podokoyo, yang menuju Desa Wonokitri, yakni dengan volume tinggi mencapai 30 meter dan 12 meter dengan ketebalan 3 meter.
Akibatnya, materialan longsor yang menimbun badan jalan desa menuju lautan pasir wisata Gunung Bromo tersebut, tak bisa untuk dilewati kendaraan roda dua maupun empat.
“Kejadian ini sudah dilaporkan ke pihak berwenang,” kata Sulaiman, warga sekitar, saat dihubungi Kabarpas.com melalui sambungan seluler.
Untuk longsor yang kedua terjadi di tempat lain yang lokasinya tak jauh dari longsoran pertama, tepatnya di belakang salah satu rumah warga yang diketahui bernama Mulyono. Beruntung rumah warga yang terdampak longsoran tersebut, tidak menimbulkan kerusakan parah.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi untuk mendatangkan alat berat ke lokasi yang mengalami longsor tersebut.
“Desa Podokoyo masuk dalam kategori Desa Tangguh Bencana. Karena di situ rawan longsor. Sehingga memang sudah kami sediakan alat berat. Dan kami berharap secepatnya jalur yang terkena longsor itu dapat dilalui,” pungkasnya. (jon/gus).

















