Jember, Kabarpas.com – Sembilan hari di laut berakhir di Puger. Tiga anak buah kapal (ABK) speed boat Baliman yang sempat dicari Tim SAR Gabungan Bali ditemukan selamat di perairan Puger, Kabupaten Jember, Rabu (16/9/2026).
Mereka tidak ditemukan oleh kapal pencari ataupun tim penyelamat. Seorang nelayan Puger lebih dulu melihat keberadaan mereka dan membawa ketiganya menuju daratan.
Speed boat yang membawa mereka kehabisan bahan bakar minyak (BBM) saat dalam perjalanan dari Bali menuju Nusa Penida.
Perjalanan itu dimulai pada 9 September sekitar pukul 09.00 WITA. Ketiganya berangkat dari Dermaga Bali menggunakan speed boat Baliman.
Kapal tak sampai ke tujuan. BBM habis di tengah perjalanan. Mesin tak lagi bisa membawa mereka melanjutkan pelayaran. Speed boat kemudian terombang-ambing di laut.
Hari berganti hingga akhirnya keberadaan mereka diketahui nelayan Puger pada Rabu sore.
Sekitar pukul 16.00 WIB, ketiga ABK dievakuasi menggunakan perahu jukung bernama Gladis. Mereka kemudian dibawa menuju pesisir Puger.
Dua jam lebih kemudian, sekitar pukul 18.16 WIB, ketiganya tiba di daratan bersama nelayan bernama Aris.
Aris membawa mereka ke rumahnya di Puger Wetan, Kecamatan Puger. Di sana, ketiganya beristirahat setelah berhari-hari berada di laut.
“Alhamdulillah, tiga ABK yang sebelumnya menjadi target pencarian Tim SAR Gabungan Bali berhasil ditemukan dalam kondisi selamat,” ungkap Komandan Pos TNI AL Puger, Letda Laut (P) Eko Priyo Pambudi.
Ketiga ABK itu ialah I Nyoman Budiana, 49 tahun, warga Tanjung Benoa, yang menjadi kapten kapal. Dua lainnya adalah Keristino Sahreza, 17 tahun, dan Niko Demios Landena, 48 tahun. Keduanya merupakan crew.
Setelah ketiganya tiba di daratan, Pos SAR Jember bersama Pos TNI AL Puger melakukan assessment.
Kondisi mereka dipastikan selamat. Mereka masih berada di rumah Aris sembari menunggu proses pemulangan.
“Dari hasil assessment, ketiga korban dalam kondisi selamat. Saat ini mereka beristirahat di rumah warga di Puger Wetan sambil menunggu proses pemulangan,” ujar Eko.
Namun, ada bagian lain dari perjalanan itu yang belum selesai. Speed boat Baliman masih berada di laut.
Dari keterangan ketiga korban, kapal berada di sekitar Rumpon Bleduk. Jaraknya diperkirakan 42 nautical mile dari pesisir Puger.
Petugas masih berkoordinasi dengan unsur SAR dan pihak terkait untuk penanganan speed boat tersebut. Sementara ketiga ABK bersiap pulang.
Keluarga I Nyoman Budiana dijadwalkan menjemput mereka melalui jalur darat pada Kamis (17/9/2026).
Bagi Eko, keselamatan ketiganya menjadi kabar utama dari operasi pencarian tersebut.
“Yang terpenting saat ini ketiganya sudah ditemukan dalam keadaan selamat,” ucapnya.
Di balik kabar itu ada peran seorang nelayan Puger.
Aris dan nelayan lainnya menjadi mata pertama yang menemukan keberadaan ketiga ABK setelah berhari-hari terombang-ambing di laut. Dengan perahu jukung Gladis, mereka membawa ketiganya meninggalkan laut dan kembali menginjak daratan.
Eko mengapresiasi bantuan para nelayan tersebut.
“Sinergi antara nelayan, TNI AL dan unsur SAR sangat penting ketika terjadi kondisi darurat di laut. Kami mengapresiasi bantuan nelayan Puger sehingga ketiga korban dapat dievakuasi dengan selamat,” ujarnya. (dan/ian)

















