Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 5 Sep 2026

Sempat Diinfus, Bupati Fawait Tetap Turun Memimpin 25 Ribu Peserta Tajemtra


					Sempat Diinfus, Bupati Fawait Tetap Turun Memimpin 25 Ribu Peserta Tajemtra Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Alun-Alun Kecamatan Tanggul berubah menjadi lautan manusia, Sabtu (5/9/2026). Sejak pagi, ribuan orang memadati kawasan tersebut untuk mengikuti Tajemtra 2026, gerak jalan tradisional yang setiap tahun menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tahun ini, Tajemtra mencatat jumlah peserta yang disebut sebagai yang terbesar sejak kegiatan tersebut pertama kali digelar pada era 1970-an. Sebanyak 25.613 peserta tercatat ambil bagian dalam gerak jalan yang membentang sekitar 30 kilometer dari Tanggul menuju pusat Kota Jember.

Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai masyarakat umum, organisasi, instansi pemerintah hingga instansi vertikal. Mereka akan bergerak menuju garis finis di Alun-Alun Jember.

Di tengah kerumunan itu, Bupati Jember Muhammad Fawait hadir langsung untuk melepas sekaligus berjalan bersama peserta. Kondisi kesehatan Fawait yang disebut sedang tidak prima tidak menghalanginya memimpin pemberangkatan.

Bahkan, sebelum rombongan bergerak, Fawait membakar semangat peserta di bawah terik matahari.

“Saya akan membersamai kalian-kalian semua. Kita jalan bareng-bareng dari sini ya! Berikhtiar sampai Alun-Alun Jember. Soal nasib, wallahu a’lam. Tapi yang jelas, kita akan berangkat bareng-bareng,” pekik Fawait di hadapan peserta.

Fawait mengungkapkan bahwa sebelum datang ke lokasi, dirinya masih mendapatkan infus. Namun, ia memilih tetap hadir karena tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah berkumpul untuk mengikuti Tajemtra.

“Tadi saya masih diinfus. Saya bilang, saya enggak mungkin tidak membersamai orang-orang dan masyarakat Jember dari kecamatan, dari puskesmas, dari sekolah, dari rumah sakit, dan dari semuanya,” ujarnya.

Ia kemudian mengingatkan peserta agar tidak menjadikan Tajemtra semata-mata sebagai ajang adu ketahanan fisik. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi bagian penting dari tradisi tersebut.

“Kalau ada yang semaput harus saling bantu, karena Tajemtra ini filosofinya adalah gotong royong,” kata Fawait.

Jumlah peserta Tajemtra tahun ini meningkat tajam dibanding dua tahun sebelumnya.

Pada 2024, tercatat 15.155 orang mengikuti Tajemtra. Setahun kemudian, jumlahnya relatif tidak berubah, yakni 15.171 peserta.

Sementara pada 2026, angka tersebut melonjak menjadi 25.613 peserta.

Fawait menyebut jumlah tersebut menjadi catatan tersendiri dalam sejarah Tajemtra.

“Dan berdasarkan data dari OPD, Tajemtra terbanyak dan terbesar pesertanya adalah tahun 2026,” ujarnya.

Gerak jalan dijadwalkan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dari Alun-Alun Tanggul. Dari sana, para peserta menempuh rute sekitar 30 kilometer menuju pusat Kota Jember.

Di tengah panas matahari dan panjangnya rute, pesan yang disampaikan Fawait sederhana.

Peserta tidak berjalan sendiri. Mereka berjalan bersama, saling membantu, hingga tiba di garis finis.

“Enggak usah panjang-panjang, kita jalan bareng-bareng ya!” ujar Fawait. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah, Ketua-Bendahara KONI Kota Pasuruan Ditahan Kejari

29 Oktober 2026 - 21:29

Minat Baca Masih Tinggi, Perpustakaan Jember Tambah Jam Layanan hingga Malam 

29 Oktober 2026 - 17:25

​Cegah Manipulasi Suara, Dr. Albahori dan Faisal Tuntut Sirekap Lebih Akuntabel

29 Oktober 2026 - 17:12

Dari Aspirasi hingga 5000 Sembako, Bunga Desaku Dinilai Bisa Tekan Inflasi 

29 Oktober 2026 - 13:12

Cuaca Berubah-ubah, Kenali Cara Aman Berkendara Motor

29 Oktober 2026 - 13:10

Honda Vario 160 Meriahkan Akhir Pekan Warga Malang Lewat Pameran dan Hiburan Musik

29 Oktober 2026 - 12:34

Trending di Kabar Otomotif