Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 20 Apr 2018

Sesditjen Pendis: Kemenag Komitmen Wujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani


Sesditjen Pendis: Kemenag Komitmen Wujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani Perbesar

Reporter : Ummu S

Editor : Titin Sukmawati

 

Bandar Lampung, Kabarpas.com – Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Sesditjen Pendis), M. Ishom Yusqi menegaskan bahwa Kementerian Agama RI berkomitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada setiap unit kerjanya melalui pembangunan Zona Integritas (ZI), Jumat (20/04/2018).

“Reformasi birokrasi di semua lembaga pemerintah harus diimplementasikan, untuk menciptakan birokrasi pemerintahan yang profesional, bersih, dan bebas dari KKN, serta meningkatnya pelayanan publik,” tegas Ishom di hadapan peserta dan pejabat dari lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung.

Menurut Ishom, setidaknya ada tiga indikator utama. Pertama, pelayanan terhadap masyarakat baik, salah satunya dalam pengelolaan administrasi. Kedua, pegawai (ASN) yang capable, kompeten, dan memahami tugas dan fungsinya. Ketiga, tidak ada praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam melaksanakan tugas.

Ketiga indikator tersebut, lanjut Ishom, merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kerangka mewujudkan wilayah bebas Korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani di lingkungan Kementerian Agama.

“Pendis memiliki komitmen mewujudkan WBK dan WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” terangnya saat menyampaikan arahan pada kegiatan “Peningkatan Kompetensi Pengelola Tata Naskah Dinas Menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi” yang dilselenggarakan Bagian Umum dan BMN di Bukit Randu Hotel Bandar Lampung, 18-20 April 2018.

Selain itu, Ishom menambahkan bahwa pegawai harus melek (literasi) terhadap tugas dan fungsinya masing-masing; melek terhadap regulasi-regulasi yang berkembang; dan melek terhadap bidang administrasi dan manajerial.

“Hal-hal yang perlu dipahami oleh pegawai terkait pelaksanaan reformasi birokasi. Dan pengelolaan tata persuratan di lingkungan Kemenag harus mulai ditertibkan, sehingga setiap administrasi persuratan harus merujuk kepada KMA Nomor 09 tahun 2016 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Kementerian Agama,” pungkasnya. (umm/tin).

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Gus Fawait ke Pasien RSD Soebandi: Jangan Pulang Sebelum Sehat, Biaya Ditanggung Pemerintah 

17 Oktober 2026 - 17:56

Tepat HUT Prabowo, Gus Fawait Gelar Bakti Sosial Kesehatan dengan Target 10000 Penerima

17 Oktober 2026 - 17:53

Hari Parlemen Nasional, NasDem Jember Ingatkan Pentingnya Jaga Kepercayaan Masyarakat 

16 Oktober 2026 - 20:09

Pahami Arah Kebijakan Prabowo, Fawait Implementasikan Lewat Program Pemkab Jember

16 Oktober 2026 - 13:13

Jember, Kuba-nya Indonesia dalam Urusan Cerutu

16 Oktober 2026 - 12:53

Cerutu Jember Tembus 45 Negara, Gus Fawait Promosikan Produk Lokal di Forum Nasional

16 Oktober 2026 - 12:51

Trending di KABAR NUSANTARA