Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 8 Mar 2018

Silaturahmi ke Ponpes Mamba’us Sholihin, Presiden Jokowi Minta Doa Para Ulama


Silaturahmi ke Ponpes Mamba’us Sholihin, Presiden Jokowi Minta Doa Para Ulama Perbesar

Reporter : Alip Nuryanto

Editor : Memey Mega

 

Gresik, Kabarpas.com – Presiden Republik Indonesia RI) Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin, di Jalan Kyai Hj Syafi’i, Kecamatan Manyar, Gresik. Kedatangan presiden Jokowi ini disambut oleh puluhan siswa yang bersholawat sembari menabuh rebana.

Kedatangan Presiden Jokowi ke pondok pesantren yang diasuh oleh KH Masbuchin Faqih ini, merupakan dua sejarah yang tercetak di ponpes tersebut. Pasalnya, sudah dua kali ini ponpes Mamba’us Sholihin didatangi oleh dua presiden di masa yang berbeda. Pertama yaitu di masa presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), dan kali kali ini dikunjugi oleh presiden Jokowi.

KH. Masbuchin Faqih yang ditemui sejumlah wartawan menyampaikan bahwa niat baik presiden Jokowi untuk silaturrahim ke pesantren harus dihargai. Karena silaturrahim adalah anjuran agama, maka Pesantren Mambaus Sholihin memutuskan untuk membuka tangan selebar-lebarnya bagi kunjungan presiden.

Kulo tidak mengharap nopo-nopo. Kulo naming mengharap kepada Allah SWT. Kulo ngge mboten mengharap bantuan nopo-nopo. Murni niku silaturrahim presiden ingkang dados anjuranipun agomo. (Saya tidak mengharap apa-apa. Saya hanya mengharap kepada Allah SWT. Saya juga tidak mengharap bantuan apa-apa. Itu murni silaturahmi Bapak Presiden yang sudah dianjurkan dalam agama.red),”

Selain itu, Romo Kiai Masbuchin juga menjelaskan bahwa kunjungan presiden Jokowi ke Pesantrennya itu sama sekali tidak ada hubungan politik. Yang jelas, KH. Masbuhin Faqih berharap calon wakil presiden mendatang dari NU yang jelas Ahlusunah wal Jamaah.

Sementara itu, ditemui terpisah, Ustadz Abdul Majid Jufri, salah seorang pengasuh pondok pesantren cabang Bintan Kepulauan Riau menyatakan bahwa dalam pertemuan itu diwarnai dengan suasana takdhim yang luar biasa. Presiden dengan sangat santun.

Ia menyampaikan bahwa dalam pertemuan itu presiden Jokowi juga meminta doa para masyayikh dan kiai yang berada dalam ruangan tersebut, agar kuat memikul amanah dan beberapa cobaan. Diantaranya yaitu soal isu PKI, anti Islam dan sebagainya. Presiden juga menegaskan bahwa beliau benar-benar tidak habis fikir dengan orang yang tega menyebarkan hoax, hate speech sedemikian kejamnya. Terakhir beliau meminta doa agar diberi kesehatan dalam melaksanakan tugas.

Ada hal unik dalam pertemuan itu, ketika romo kiai berjalan bergandeng tangan dengan Jokowi dan adik beliau KH. Asfihani Faqih. Nampak suasana bahagia dan akrab. Begitu juga ketika bersalaman, KH. Asfihani bersalaman sampu rancang, sebuah budaya salaman khas pesantren tanda keakraban. Yaitu dengan saling merekatkan dan menyelipkan ke orang yang kita ajak bersalaman, sehingga dua tangan bersatu mengepal. Jokowi dan Kiai Asfihani juga nampak saling berebut mencium tangan.

“Semoga Allah memanjangkan umur, menjaga, memelihara para guru dan kyai kami serta para pemimpin kami,” pungkasnya. (lip/mey).

Artikel ini telah dibaca 85 kali

Baca Lainnya

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Baru Rampung 30 Persen, Konsep Street Food Jember Usung Nuansa Nusantara dan Dunia

20 Mei 2026 - 14:43

Gus Hery: Intelektual Muda NU yang Teduh, Tajam, dan Menembus Lintas Jejaring

20 Mei 2026 - 14:27

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Trending di KABAR NUSANTARA