Purworejo (Kabarpas.com) – Kanit Reg Ident (KRI) Satlantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Achmad Zainuddin, menanggapi langsung terkait komentar masyarakat, yang menilai bahwa sosialisasi kenaikan STNK dan BPKB kurang maksimal.
Pria asal Malang ini mengaku, kalau sejatinya jauh-jauh hari sebelum diberlakukan kenaikan STNK dan BPKB tersebut, pihaknya sudah terlebih dulu gencar melakukan sosialisasi kenaikan biaya administrasi surat kendaraan bermotor itu ke mana-mana.
“Sebelum diberlakukan naik secara resmi. Kami sudah gencar melakukan sosialisasi kenaikan STNK dan BPKB ini, di antaranya yaitu melalui sosmed, media elektronik dan cetak. Serta dengan memasang banner berisi sosialisasi kenaikan STNK dan BPKB ini di berbagai titik,” kata Iptu Zainuddin kepada Kabarpas.com saat dihubungi melalui sambungan seluler.
Selain itu, Iptu Zainuddin juga mengaku bahwa dirinya juga telah melakukan sosialisasi secara langsung ke masyarakat, yang dilakukan pada saat dirinya meninjau pelayanan di samsat keliling yang ada di wilayah Kota Pasuruan.
“Beberapa waktu lalu, saya langsung meninjau pelayanan di Samsat Keliling, yang ada di Alun-alun Kota Pasuruan. Di situ saya juga langsung memberikan sosialisasi tentang kenaikan ini, ke masyarakat yang akan membayar pajak STNK dan BPKB,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Iptu Zainuddin menambahkan, tujuan dirinya meninjau pelayanan di samsat keliling dan sekaligus sosialisasi itu, ialah karena dirinya ingin tahu sejauh mana pemahaman masyarakat tentang perubahan tarif biaya administrasi STNK dan BPKB, yang sudah diberlakukan sejak tanggal 6 Januari lalu.
“Alhamdulillah, sebagian besar masyarakat sudah memahami tentang perubahan tarif ini. Bahkan, masyarakat juga menaruh harapan cukup tinggi agar pelayanan yang lebih maksimal dan optimal,” tandasnya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, meski kenaikan tarif administarasi STNK Dan BPKB sudah resmi diberlakukan sejak Jumat (06/01/2017) kemarin. Namun, ternyata kenaikan administrasi dokumen kendaraan tersebut, disayangkan oleh masyarakat, lantaran mereka menilai sosialisasi kenaikan STNK dan BPKB ini masih kurang maksimal. (ajo/tin).



















