Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Peristiwa · 21 Mei 2026

SPPG Al-Mubarok Kaliwates Disuspensi BGN Usai Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jember


SPPG Al-Mubarok Kaliwates Disuspensi BGN Usai Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jember Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember berujung pada penghentian sementara operasional dapur penyedia makanan. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Mubarok Kaliwates, Ahmad Farid Anam mengakui dapur yang dipimpinnya kini resmi disuspensi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Suspensi dilakukan setelah belasan siswa PAUD dan taman kanak-kanak dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan MBG yang didistribusikan dari dapur tersebut.

“Hari ini kita tidak beroperasi dan tidak melakukan distribusi makanan. Kita sementara sudah disuspensi,” kata Farid kepada wartawan.

Namun hingga kini, ia mengaku belum mengetahui berapa lama penghentian operasional itu akan berlangsung. Menurutnya, keputusan lanjutan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Suspensi masih belum ada konfirmasi pastinya. Kita masih menunggu keputusan terkait hasil lab,” ujarnya.

Farid mengatakan, sejak laporan pertama muncul, pihak SPPG langsung melakukan penanganan terhadap para siswa yang mengalami gejala sakit. Beberapa anak dibawa ke Rumah Sakit Kaliwates, sementara lainnya dirujuk ke Puskesmas Jember Kidul.

“Langsung kita kirim ke RS Kaliwates dan Puskesmas Jember Kidul. Alhamdulillah yang rawat jalan sudah ditangani dokter dan perawat,” tuturnya.

Ia memastikan pihak dapur menanggung biaya pengobatan bagi korban yang tidak memiliki BPJS.

“Untuk biaya pengobatan yang tidak ada BPJS, semuanya kita cover sebagai bentuk tanggung jawab dari mitra dapur,” ujar Farid.

Meski dapurnya kini dihentikan sementara, Farid belum bersedia menyimpulkan sumber pasti penyebab dugaan keracunan. Ia meminta publik menunggu hasil laboratorium dari Labkesda dan pemeriksaan pihak kepolisian.

“Kami juga masih menginvestigasi sebenarnya penyebabnya apa. Yang bisa memastikan hanya hasil lab,” katanya.

Dalam penjelasannya, Farid mengungkapkan makanan yang didistribusikan saat kejadian terbagi dalam dua jenis menu. Untuk siswa kelas besar digunakan ayam suwir bumbu merah, sementara siswa kelas kecil mendapatkan ayam suwir bumbu kuning.

Menurutnya, kasus dugaan keracunan hanya muncul pada kelompok penerima menu porsi kecil.

“Yang terdampak ini di porsi kecil, ada di dua sekolah. Yang porsi besar alhamdulillah aman, tidak ada yang terdampak,” ujarnya.

Selain ayam suwir, menu MBG saat itu juga terdiri dari tahu krispi, timun, dan buah jeruk.

Farid mengklaim sebelum distribusi dilakukan, makanan telah melalui uji organoleptik oleh dirinya dan ahli gizi. Distribusi untuk siswa PAUD dan TK juga disebut dilakukan sejak pukul 07.30 pagi karena jam pulang mereka lebih cepat.

Namun munculnya kasus keracunan membuat seluruh prosedur yang selama ini dijalankan kini dipertanyakan publik.

Di tengah tekanan tersebut, Farid mencoba menjelaskan bahwa tidak semua anak yang mengonsumsi menu mengalami gejala serupa. Ia bahkan menyebut ada kakak-adik dalam satu sekolah, di mana sang adik makan lebih banyak namun tetap sehat, sedangkan kakaknya justru mengalami keluhan.

“Makanya kami juga agak bingung,” katanya.

Meski demikian, ia menyampaikan permintaan maaf terbuka atas insiden yang terjadi.

“Saya selaku Kepala SPPG Kaliwates mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini,” ujarnya.

Kasus ini menjadi salah satu insiden paling serius dalam pelaksanaan MBG di Jember sejauh ini. Sebelumnya, Satgas MBG Kabupaten Jember telah merekomendasikan penghentian operasional dapur penyedia makanan tersebut setelah sedikitnya 18 anak mengalami gejala diduga keracunan.

Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi bahkan menyebut keselamatan anak harus ditempatkan di atas target kuantitas operasional SPPG.

“Keselamatan harus diutamakan, bukan target berapa SPPG,” kata Fauzi dalam sidak sebelumnya. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Jember Jadi Sorotan Nasional, Strategi Fawait dalam Pengentasan Kemiskinan Dipuji BP Taskin

21 Mei 2026 - 15:56

Usai Kasus Keracunan MBG, Ketua Satgas Jember Sidak Dapur SPPG: Faktanya Sudah Ada Korban

21 Mei 2026 - 15:43

Cegah Keracunan MBG , DPRD Jatim Minta BGN Aktif Awasi SPPG

20 Mei 2026 - 22:30

Legislator Suli Da’im Minta Masyarakat Cermat Sebelum SPMB Jatim 2026 SMAN/SMKN

20 Mei 2026 - 22:28

DPRD Jatim Soroti Daya Tampung SMA-SMK Terbatas dalam Pembahasan LKPJ Gubernur 2025

20 Mei 2026 - 22:26

Ratusan Driver Online Geranat’s Jatim Demo di DPRD, Desak UU Transportasi Online Segera Disahkan

20 Mei 2026 - 22:24

Trending di Peristiwa