Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Probolinggo · 15 Agu 2016

Sudah Lama Ambrol, Jembatan Penghubung Ini Masih Saja Belum Diperbaiki


Sudah Lama Ambrol, Jembatan Penghubung  Ini Masih Saja Belum Diperbaiki Perbesar

Probolinggo (Kabarpas.com) – Jembatan penghubung antar dusun, di Desa Bucor, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, yang beberapa waktu lalu ambrol akibat derasnya sungai itu, ternyata hingga kini masih juga belum diperbaiki. Atas kondisi itulah, membuat sejumlah anggota dewan dari Komisi C DPRD kabupaten setempat turun gunung, guna meninjau langsung kondisi jembatan tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Probolinggo, Andi Suryanto, yang saat itu meninjau langsung ke lokasi jembatan terputus itu, mengaku prihatin dengan kondisi jembatan yang kurang layak tersebut. Pasalnya, jembatan yang terputus itu merupakan penghubung antara dusun di wilayah setempat.

“Ini kondisinya benar-benar kurang baik. Bahkan, kami khawatir kalau pada saat jembatan ini dilewati oleh orang banyak, bisa jadi mereka akan terkena musibah (ambruk red). Untuk itu, jembatan ini harus segera diperbaiki,” ujar politisi dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu kepada Kabarpas.com, Senin (15/08/2016).

Sementara itu, Kepala Desa Bucor Wetan, Susilowati mengaku, kalau jembatan yang memiliki panjang dan lebar 8 x 2,6 meter tersebut, sejatinya baru direnovasi sekitar dua tahun yang lalu, yaitu dengan menggunakan dana Jasmas oleh salah satu anggota dewan di daerah pemilihan tersebut.

Namun, supaya jembatan tersebut bisa dilewati kembali oleh warga Dusun Gulur yang mencapai 200 kepala keluarga. Sehingga jembatan itu, diberikan penyanggah dengan menggunakan sak yang diisi tanah.

“Sebab jembatan ini merupakan jalan satu-satunya untuk keluar dari dusun ini,” kata Kepala Desa (Kades) Bucor, Susilowati kepada Kabarpas.com.

Namun, agar akses warga setempat menuju desa tetangga tidak terputus. Sehingga untuk sementara ini, pemerintah desa setempat membuat jembatan darurat secara swadaya. Perbaikannya dengan menggunakan bambu sepanjang 5 meter sebagai penyangga. Lalu, memasang anyaman bambu berukuran 5 x 2,5 meter di atasnya.

“Akan tetapi, jembatan darurat ini tidak dapat bertahan lama. Karena sifatnya hanya sementara sampai dilakukan perbaikan,” pungkasnya. (sam/gus).

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Jelang Perayaan Nataru, Gubernur Koster Minta Pasokan BBM di Bali Aman

3 Desember 2019 - 10:28

Pemkab Probolinggo Siap Ekspor Bawang Merah ke Thailand

2 Agustus 2019 - 23:53

Pos PAUD Jambangan Kenalkan Rasa Kebersamaan pada Baduta

2 Agustus 2019 - 22:56

Tiga Gudep Sekolah di Probolinggo Didatangi Tim Lomba Gudep Unggul Jatim

2 Agustus 2019 - 22:02

Pemkab Probolinggo Sosialisasikan Pendampingan DAK Fisik Pendidikan

29 April 2019 - 21:22

KPU Probolinggo Mulai Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu 2019

29 April 2019 - 20:56

Trending di Kabar Probolinggo