Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 16 Apr 2020

Survei IPNU Jatim: 92,29 Persen Pelajar Ingin Metode Belajar Daring Kreatif


Survei IPNU Jatim: 92,29 Persen Pelajar Ingin Metode Belajar Daring Kreatif Perbesar

Reporter: Muhaimin

Editor : Yanuar Fahmi

 

 

Surabaya, Kabarpas.com – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur melalui Student Reseach Center (SRC) telah melakukan survei persepsi pelajar Jawa Timur, tentang dampak Covid-19. Hasilnya, setelah data diperoleh dan diolah sebanyak 92,29 % pelajar Jawa Timur menginginkan metode belajar daring yang lebih kreatif dan inovatif.

“Hal tersebut didukung oleh temuan lain, yaitu sistem kegiatan belajar mengajar (KBM) saat ini dianggap menjenuhkan, membosankan dan membuat stres dengan prosentase 88,75%. Sementara sebanyak 7,50 persen pelajar menjawab tidak setuju dan 3,75 % menjawab tidak tahu,” kata Ketua PW IPNU Jawa Timur, Choirul Muntadiin kepada kabaroas.com, Kamis (16/4/2020).

Choirul menambahkan, hasil survey juga menunjukkan 92,29 % pelajar di jatim setuju penerapan physical distancing atau menjaga jarak aman dengan orang lain. Kemudian 4,79% pelajar tidak setuju, dan 2,92% menjawab tidak tahu.

“Angka ini menunjukkan pelajar Jatim memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap wabah Covid-19,” imbuhnya.

Sementara Direktur SRC Jatim, Ahmad Ainun Najib menambahkan temuan menarik lainnya adalah sebanyak 81,84 persen mengaku lebih senang belajar di sekolah dari pada belajar daring, 15 % menyatakan lebih senang belajar daring, sisanya 3,54 % menjawab tidak tahu.

“Mayoritas pelajar di jatim setuju dengan pernyataan bahwa belajar di sekolah, bertatap muka dengan guru lebih efektif dari pada belajar dari rumah, dengan prosentase 95,42%. Kemudian 3,33% tidak setuju, dan 1,25% menjawab tidak tahu,” terang Najib.

Saat diajukan pertanyaan bagaimana cara guru membimbing dalam proses pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi COVID-19. Pelajar menjawab 66% guru hanya memberi tugas lalu dikumpulkan secara online, 14% belajar melalui aplikasi belajar online, 10% diskusi melaui grup chatting, 5% melaui video call, dan sisanya tidak ada proses pembelajaran maupun tugas.

Lebih lanjut, ia menuturkan metode pembelajaran yang ideal di tengah wabah Covid-19 adalah Student Centered Learning (SLC), diskusi online, dan belajar dengan kuis. Kemudian media pembelajaran yg ingin digunakan adalah aplikasi belajar online dan video streaming.

Kinerja Gubernur Jawa Timur dalam menangani penyebaran Pandemi Covid-19, sangat baik 35%, kurang baik hanya 5%, dan cukup baik 60%. Secara umum, responden menganggap 44% kualitas update informasi tentang Covid-19 yang disediakan oleh pemerintah pusat hingga pemerintah daerah sangat baik, adapun yang menilai cukup baik sebanyak 49%, kurang baik 6%, dan tidak baik 1%.

“Survei persepsi pelajar Jatim tentang dampak Covid-19 harapannya survei ini bisa menjadi referensi pemerintah dalam menentukan kebijakan terutama di bidang pendidikan. Stakeholder Pendidikan mulai dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah hingga para guru dapat memformulasikan metode belajar yang efektif dan kreatif,” tegasnya.

Sebagai informasi, survei ini melibatkan 480 Pelajar SLTP dan SLTA, dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Periode pengambilan data dilaksanakan pada 28 Maret-11 April 2020. SCR menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Tercatat 50% responden laki-laki dan 50% responden perempuan, dengan responden 480 pelajar SLTP dan SLTA di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dengan teknik sampling multistage random sampling, margin of error 5%.(mhm/yan).

Artikel ini telah dibaca 46 kali

Baca Lainnya

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Karnaval SCTV di Jember Dipadati Puluhan Ribu Warga, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dari Event Hiburan

18 Mei 2026 - 08:27

Ning Ita dan Wawalikota Resmi Membuka POPKOT 1 Tahun 2026, Menjaring Atlit Berbakat dan Berprestasi

17 Mei 2026 - 19:13

Walk For Peace 2026, Biksu Thudong dari Empat Negara Singgah di Kota Mojokerto

17 Mei 2026 - 12:35

Tembus Beasiswa Petra Future Leaders 2026, Inilah Sosok Christopher Kevin Yuwono

16 Mei 2026 - 12:52

PPPK Jember Sebut Perhatian Pemkab terhadap Guru Lebih Baik dari Daerah Lain 

15 Mei 2026 - 19:33

Trending di KABAR NUSANTARA