Reporter: Fair Cholis
Editor: Meymey
___________________________________
Malang (Kabarpas.com) – Kementerian Pariwisata terus berupaya mengembangkan potensi wisata yang ada di Indonesia. Bahkan, beberapa kegiatan dan bimbingan tehnik telah dilakukan di beberapa kota untuk mendongkrak destinasi wisata mulai dari wisata kuliner, wisata budaya, wisata heritage, wisata alam dan wisata lainnya.
Di Kota Malang sendiri, sudah beberapa kali dilakukan pertemuan guna mensinergikan pelaku industri wisata untuk sama-sama mengembangkan potensi wisata daerahnya.
Hanya saja, beberapa pelaku merasa hal tersebut akan sia-sia jika tidak adanya dukungan dari pemerintah setempat. Wakil Walikota Malang, Sutiaji juga berpendapat sama terkait hal itu. Menurutnya bukan hanya kerjasama antara pelaku industri pariwisata, melainkan juga komitmen dan konsistensi pemerintah kota memiliki peranan penting untuk mengembangkan wisata.
“Tentunya pemerintah juga memiliki andil dalam membangun destinasi wisata yang ada di Kota Malang. Kebijakan – kebijakan pemerintah terkait wisata harus konsisten dan komitmen,” terang Sutiaji kepada Kabarpas.com biro Malang, Kamis (29/06/2017).
Apalagi, lanjut Sutiaji, Kota Malang memiliki banyak potensi wisata yang harus dikembangkan. Khususnya wisata budaya, wisata kuliner, dan wisata heritagenya.
“Pariwisata harus memiliki identitas, seperti Kota Batu dengan wisata buatannya, Kabupaten Malang dengan wisata alamnya dan Kota Malang ini yang harus diketahui identitasnya. Apa sebenernya yang ingin dikenalkan di Kota Malang,” jelasnya.
Dan terkait wisata, Sutiaji beranggapan, apapun identitas wisata yang ingin ditonjolkan jangan sampai meninggalkan wisata tradisi dan budaya.
“Wisata buatan bisa hancur, wisata alam bisa hilang. Tapi kalo budaya sampai berabad-abadpun tidak akan hilang jika terus dilestarikan,” terang pria yang beberapa Minggu lalu mantap mencalonkan diri sebagai Walikota Malang pada Pilkada 2018 mendatang.
Kearifan lokal juga memiliki peran penting dalam dunia pariwisata Kota Malang, terlebih dengan slogan Kota Malang yakni ‘Salam Satu Jiwa Arema’ menjadi bukti jika warga Kota Malang memiliki rasa kebersamaan dan rasa memiliki satu sama lain menjadikan Kota Malang berbeda dengan kota lainnya.
“Sektor kearifan lokal juga sangat penting dalam menunjang Kota Malang sebagai destinasi wisata. Terlebih Malang punya kekhasan sendiri dengan komitmen kebersamaan dengan slogan “Salam Satu Jiwa AREMA”nya yang mana itu tidak dimiliki daerah lain,” ujarnya.
Selain itu semua, di Kota Malang juga masih berdiri bangunan-bangunan bersejarah yang sangat bagus untuk menjadi objek wisata. Beberapa bulan terakhir banyak ditemukan bunker-bunker peninggalan Belanda yang masih berdiri kokoh. Situs- situs kerajaan juga banyak ditemukan sehingga menjadikan Kota Malang tidak hanya sebagai kota pendidikan tapi juga kota bersejarah.
“Di Kota Malang ini masih banyak bangunan-bangunan kuno peninggalan Belanda. Selain itu juga banyak ditemukan situs-situs peninggalan kerajaan. Itu bisa menjadi menu lengkap dalam mengkombinasikan wisata heritage, wisata sejarah, wisata religi dan kemudian wisata modernya dengan adanya kampung tematik. Kota Malang memiliki potensi yang sangat bagus dalam industri wisata yang layak untuk disupport dan dikembangkan,” ungkap Sutiaji.
Dia berharap, pelaku industri pariwisata yang ada di Kota Malang bisa terus bersinergi sehingga pariwisata di Kota Malang bisa berkembang dan mampu meningkatkan perekonomian warga.
“Jika pariwisata yang ada di Kota Malang berkembang, banyak wisatawan yang datang, secara tidak langsung juga meningkatkan perekonomian warga. Jadi saya berharap pelaku industri pariwisata bisa terus berkolaborasi dalam meningkatkan wisata,” tutup Sutiaji. (air/mey).

















