Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 8 Okt 2025

Tangis Keluarga Sambut Kedatangan Jasad Syakur di Krapyakrejo Pasuruan


Tangis Keluarga Sambut Kedatangan Jasad Syakur di Krapyakrejo Pasuruan Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Usai tiga bulan dinyatakan hilang akibat tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, jasad Mukhamad Syakur (37) akhirnya ditemukan di pantai wilayah Bali. Kabar itu menjadi jawaban dari penantian panjang keluarga Syakur di Kelurahan Krapyakrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Ambulans pembawa jenazah tiba di rumah orang tuanya di lingkungan Kranggilan, Selasa (7/10/2025) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Sejak pukul 19.00 WIB warga sudah memadati halaman rumah, menanti kepulangan Syakur yang tak lagi bernyawa. Tak lama setelah tiba, tahlil digelar, salat jenazah dilakukan di masjid, dan prosesi pemakaman dilanjutkan ke TPU Krapyakrejo.

Tiga anggota keluarga—Agus (39), Sakhiya (27), dan Mukhamad Khasan (45)—menjemput jasad Syakur dari Kabupaten Jembrana.

“Kami berangkat kemarin sore naik kereta. Dari Ketapang langsung menyeberang malam itu juga,” tutur Agus.

Agus menuturkan, jenazah kakak sepupunya ditemukan di pinggir pantai, sebagian tubuhnya tertimbun pasir. Saat melihat langsung di rumah sakit, ia kaget karena kondisi tubuh Syakur masih bisa dikenali.

“Kepala bagian depan terkelupas, tapi bagian belakang masih ada kulit. Tubuhnya masih utuh, hanya pergelangan tangan kanan tinggal tulang,” katanya.

Petugas sempat ragu karena jasad yang terendam laut selama tiga bulan biasanya sulit dikenali. Namun kartu identitas dalam tas pinggang Syakur serta kecocokan struktur gigi memastikan bahwa jasad itu benar dirinya. “Sekitar 80 persen masih utuh,” tambah Agus.

Syakur dikenal sebagai pengrajin mebel yang kerap mengirim pesanan ke Bali. Ia memiliki pelanggan tetap dan sempat rutin bolak-balik Pasuruan–Bali sebelum pandemi. Aktivitas itu sempat terhenti akibat Covid-19, lalu perlahan ia bangkit kembali tiga tahun terakhir.

Adiknya, Sakhiya, mengenang almarhum sebagai sosok penyabar, rajin, dan senang berbagi. “Biasanya dia berangkat bareng adik saya yang satu lagi, Usman. Tapi waktu itu kebetulan Usman nggak ikut,” ujarnya lirih.

Sejak pencarian Syakur resmi dihentikan oleh Basarnas, keluarga memilih pasrah, hanya berharap jasadnya ditemukan agar bisa dimakamkan dengan layak. Doa itu terjawab dua hari sebelum peringatan 100 hari kepergiannya.

Sakhiya bercerita, sebelum berangkat ke Bali, Syakur sempat berniat menggelar santunan anak yatim di musala dekat rumah pada tanggal 10 Muharam. “Dia bilang, kalau urusan di Bali selesai, Jumat sudah pulang biar Sabtu bisa kasih santunan. Tapi ternyata Allah berkehendak lain,” ucapnya.

Kini, rencana yang tak sempat terlaksana itu menjadi kenangan terakhir sosok Syakur — pengrajin mebel yang berpulang di tengah laut, dan pulang ke rumah dalam doa panjang keluarga. (gel/ian).

Artikel ini telah dibaca 38 kali

Baca Lainnya

Penggiat Pertanian Organik Banyuanyar Dilatih Perbaiki Tanah Ramah Lingkungan

7 Mei 2026 - 13:18

DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Matangkan Sekber Sekolah Ramah Anak

7 Mei 2026 - 13:14

Jember Masuk Peta Penerbangan Nasional, Terkoneksi 15+ Kota Lewat Wings Air

6 Mei 2026 - 21:21

Resmi Diumumkan! Pemenang Program THR Honda Total 1 Miliar

6 Mei 2026 - 20:56

Kiai Tajul Mafakhir: Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

6 Mei 2026 - 20:23

Kandang Ayam 100 Ribu Ekor di Mumbulsari Meresahkan, Dinas Sebut Izin Tak Terdaftar

6 Mei 2026 - 18:32

Trending di KABAR NUSANTARA