Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 8 Mar 2017

Tunjang Pendidikan Semua Anak Usia Sekolah, Pemkab Probolinggo Luncurkan Dua Program Khusus


Tunjang Pendidikan Semua Anak Usia Sekolah, Pemkab Probolinggo Luncurkan Dua Program Khusus Perbesar

Reporter: Hari Kurniawan

Editor: Agus Hariyanto

____________________________________________________________

Probolinggo (Kabarpas.com) – Pemkab Probolinggo menyadari betul pentingnya pendidikan bagi anak usia sekolah. Karena itu, pemkab tidak hanya melaksanakan program wajib belajar 9 tahun. Namun, juga menyelenggarakan pendidikan khusus dan layanan khusus.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo memiliki program khusus untuk menunjang pendidikan semua anak usia sekolah di Kabupaten Probolinggo. Yakni, program pendidikan khusus dan layanan khusus.

“Dua program ini bertujuan melayani semua anak usia sekolah agar mereka dapat bersekolah dan mengenyam pendidikan yang layak,” terang Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina kepada Kabarpas.com.

Pendidikan khusus ditujukan untuk anak yang memiliki keterbatasan fisik. Di antaranya, tunagrahita, tunawicara, tunarungu dan tunadaksa. Bagi mereka, pemkab sudah menyediakan lima sekolah luar biasa (SLB). Yakni, dua SLB Negeri dan tiga SLB swasta.

Sementara layanan khusus ditujukan untuk siswa yang mempunyai kecerdasan tinggi, namun punya kelemahan dalam belajar. Termasuk, siswa yang terkendala faktor ekonomi atau geografis.

Hingga kini, ada 39 lembaga layanan khusus di Kabupaten Probolinggo. Yakni, 4 TK negeri, 25 SD negeri, 1 SD swasta, 4 SMP negeri, 2 SMA negeri dan KLK di 3 SD negeri.

Selain itu, pemkab juga menyediakan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan bersekolah di sekolah formal. Lembaga pendidikan inklusif di Kabupaten Probolinggo tersebar di 32 SD negeri.

“Pendidikan inklusif terbuka untuk umum. Tidak hanya untuk anak berkebutuhan khusus, tetapi siapa saja yang ingin bersekolah di sekolah inklusif. Seperti anak penyandang cacat, tunawisma, dan lain-lain,” terang Dewi. (har/gus).

Artikel ini telah dibaca 59 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA