Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 20 Apr 2025

Universitas Islam Darullughah Wadda’wah Siap Hadapi Tantangan Zaman di Era Society 5.0


Universitas Islam Darullughah Wadda’wah Siap Hadapi Tantangan Zaman di Era Society 5.0 Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com — Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah Pasuruan menunjukkan komitmennya dalam menghadapi tantangan dan peluang era Society 5.0 melalui transformasi program studi keagamaan menjadi pusat keilmuan yang adaptif, inovatif, dan solutif.

Hal ini ditegaskan oleh Direktur Pascasarjana Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah Pasuruan, Zainal Abidin, mengungkapkan apresiasinya atas dukungan dari Kementerian Agama. Ia menyebut bahwa era 5.0 tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, tetapi juga penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi moral generasi muda.

“Kami sangat bersyukur dengan support yang diberikan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama pada kampus ini,” ucap Zainal.

Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah bagaimana menyelenggarakan pendidikan Islam yang tidak hanya normatif, tetapi juga solutif, serta mampu merespons permasalahan sosial, budaya, dan etika di masyarakat. “Pendidikan Islam harus menjadi solusi, bukan sekadar wacana serta siap berinovasi delam menghadapi tantangan dan peluang era global, tegasnya.

Hal senada diungkap Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amien Suyitno, hadir pada seminar Pendidikan Islam yang digelar di kampus tersebut menyampaikan bahwa pendidikan agama harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan tidak lagi hanya mengandalkan pendekatan tradisional.

“Di era Society 5.0, pendidikan agama tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan tradisional. Ia harus hadir sebagai kekuatan yang mampu menjawab persoalan-persoalan kontemporer dengan tetap berakar pada nilai-nilai spiritual,” ujar Amien.

Ia menekankan bahwa Society 5.0 bukan semata revolusi teknologi, melainkan transformasi sosial yang membutuhkan perpaduan antara kecerdasan digital dan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam konteks ini, program studi keagamaan dituntut untuk membentuk karakter mahasiswa yang moderat, toleran, serta memiliki daya saing global.

“Mahasiswa prodi keagamaan harus dibekali literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran global agar dapat menjadi pemimpin dan agen perubahan di masyarakat,” imbuhnya.

Amien juga mendorong agar perguruan tinggi keagamaan Islam memperkuat kurikulum interdisipliner dengan menggabungkan ilmu agama, sains, teknologi, sosial, dan budaya. Tujuannya agar lulusan tidak hanya unggul dalam aspek keagamaan, tetapi juga mampu menjawab problematika umat dan bangsa.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pembaruan metode pengajaran melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan riset berbasis nilai Islam yang relevan dengan isu-isu kontemporer seperti lingkungan, etika digital, hingga ekonomi syariah.

“Transformasi prodi keagamaan adalah keniscayaan. Ia harus tumbuh bersama dinamika zaman agar tetap menjadi pemandu moral dan arah peradaban di tengah dunia yang terus berubah,” terangnya. (np/ian).

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Supervisi 209 Dapur MBG di Jember Rampung, Bupati Fawait Sebut Administrasi Mulai Tertib

21 Juni 2026 - 15:13

Pemkab Jember Ajukan Enam Raperda, Klaim Ekonomi 2025 Tumbuh di Atas Jatim dan Nasional

21 Juni 2026 - 15:11

Bupati Jember Nilai Aksi Dukungan MBG Jadi Bukti Demokrasi Berjalan: Perbedaan Aspirasi Harus Dihormati

21 Juni 2026 - 13:34

Piala Soeratin U-13 dan U-15 Trenggalek Batal Digelar di Stadion Menak Sopal, Simak Alasannya

21 Juni 2026 - 12:54

Antara Toga dan Dunia Kerja

21 Juni 2026 - 10:20

Ribuan Warga Padati Saksikan Road to Kilau Raya MNCTV, Semarakkan HUT ke-108 Kota Mojokerto

21 Juni 2026 - 08:05

Trending di Entertainment