Pasuruan, Kabarpas.com – Polemik penyegelan di SDN Jeladri 01 Winongan, Kabupaten Pasuruan akhirnya berhasil terselesaikan. Itu setelah Wakil Bupati Pasuruan membuka segel SDN Jeladri 1 yang sempat menjadi sengketa mengaku pemilik ahli waris.
Pembukaan segel ini dilakukan pada Rabu (26/2/2025). Menurut Wakil Bupati Pasuruan H. Shobih Asrori bahwa penyegelan tersebut mengganggu proses belajar mengajar para siswa.
“Kalau ada yang menggugat jangan sampai mengganggu hak preogratif siswa untuk mendapat pelajaran di SDN Jeladri 1. Siswa yang ada di SDN Jeladri 1 harus mendapat pelajaran yang layak seperti siswa di SD Negeri lainnya,” katanya.
Menurut Gus Shobih sapaan akrab Wabup Pasuruan, kalau ingin menggugat pihak yang mengaku ahli waris harus melakukan ke pengadilan, bukan main segel di lembaga sekolah.
“Kalau ingin menggugat, ahli waris harus mengajukan ke pengadilan, jangan sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar, dan setelah saya lihat bukti pemilikan di sekolah, bukti kuat bahwa sekolahan ini sudah menjadi milik SDN Jeladri 1,” terangnya.
Sementara salah satu guru SDN Jeladri 1, Edy Siswanto sangat senang dengan dibukanya segel SDN Jeladri 1.
“Saya bersama dewan guru sangat berterima kasih pada bapak Wakil Bupati beserta OPD lainnya sudah membuka segel SDN Jeladri 1,” ucapnya.
Edy Siswanto mengaku sudah dua kali berpindah tempat untuk melakukan kegiatan belajar mengajar untu para siswa SDN Jeladri 1.
“Sudah 2 kali kami berpindah tempat untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, kami bersam dewan guru serta walimurid senang dengan Wakil Bupati mengambil langkah demi kemaslahatan bersama,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Kegiatan belajar mengajar bagi siswa SDN Jeladri 1 di Desa Jeladri, Winongan, Kabupaten Pasuruan, semakin memilukan.
Sengketa lahan bangunan sekolah membuat mereka mengungsi ke rumah seorang guru setempat. Kondisi ini bermula ketika sekolah mereka disegel warga sejak awal September 2024. Penyegelan ini membuat siswa siswi tidak bisa lagi belajar di gedung sekolah.
Tak ayal, mereka pun diungsikan ke Madin Riyadlotul Uqul yang lokasinya juga di Desa jeladri. Namun, karena gedung Madin tersebut dalam tahap renovasi, maka para siswa terpaksa harus kembali mencari tempat belajar. (abi/ian).

















