Reporter : Abdur Rozaq
Editor : Agus Harianto
Pasuruan, Kabarpas.com – Sebanyak 574 orang anggota pengurus ranting NU se- Kota Pasuruan, dilantik di gedung Gradhika Bhakti Praja pada Senin malam (12/2/18). Para pengurus baru itu menggantikan jajaran pengurus ranting yang didomisioner bulan lalu. Mereka berasal dari 43 ranting NU yang berada di Kota Pasuruan, dan bertugas mulai tahun 2018 hingga tahun 2022 mendatang.
Turut datang dalam acara pelantikan itu, di antaranya yaitu Wali Kota Pasuruan, Drs. H Setiyono MS.i, Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Marzuki, Kapolres, AKBP Rizal Martomo, serta salah satu pengurus PWNU, KH Marzuki Mustamar. Selain dihadiri oleh para ulama dan jajaran muspida, acara yang dihelat oleh Pengurus Cabang NU Kota Pasuruan itu juga dihadiri oleh hampir seluruh banom NU. Tampak hadir para anggota dan pengurus IPNU-IPPNU, Muslimat-Fatayat, Ansor, Lazisnu serta jajaran Pengurus Ranting domisioner.
Dalam sambutannya, Wali Kota Setiyono menegaskan pentingnya kerja sama antara ulama, umat serta pemerintah dalam membangun kota Pasuruan ke depan.
“Pemerintah pusat memberikan julukan kota pusaka bagi Pasuruan karena banyaknya peninggalan sejarah yang ada di kota ini. Namun julukan kota santri, harus kita pertahankan sejalan dengan julukan yang diberikan oleh pemerintah pusat ini. Caranya, harus ada sinergi yang baik antara ulama, pemerintah dan umat Islam,” ujarnya.
Setiyono juga menilai, Kota Pasuruan bisa tetap kondusif karena sebagian warganya adalah nahdliyyin.
Selain itu, acara pelantikan juga dirangkai dengan sesi pemberian penghargaan kepada para Pengurus Ranting NU yang beprestasi. Diantaranya adalah pemberian penghargaan terhadap kader penggerak kaleng infaq, peserta pelatihan pengurus NU terbaik dan pemberian alat usaha oleh Laziznu kepada masyarakat.
Prosesi pelantikan berjalan hidmat dengan KH. Ahmad Ali Ahmad Sahal bertindak sebagai pengambil sumpah. Acara pengambilan sumpah sedikit terganggu karena penulisan tanggal pengesahan SK ada kesalahan, namun para hadirin tetap tenang.
Dalam ceramahnya, KH Marzuki Mustamar mengamanatkan banyak hal kepada pengurus ranting yang baru ini. Di antaranya, salah satu Pengurus Wilayah NU itu mewanti-wanti untuk menjaga keutuhan NKRI.
“Indonesia adalah benteng terahir Islam, karena hampir semua negara Islam telah hancur oleh perang saudara. Menjaga NKRI hukumnya wajib, karena itu berarti menjaga kelangsungan Islam,” tegasnya.
KH. Marzuki Mustamar juga menegaskan jika mempertahankan NKRI, salah satunya adalah dengan memperkokoh NU.
“NU menseimbangkan kehidupan beragama dan bernegara. Jika negara aman, maka beribadah bisa tenang. Oleh karena itu, menjaga NKRI menjadi wajib karena sama dengan menjaga kenyamanan dalam kita dalam beribadah,” pungkasnya. (zaq/gus).

















