Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 9 Mei 2026

Wamen Komdigi Resmi Launching Festival Egrang Tanoker ke-14 di Jember


Wamen Komdigi Resmi Launching Festival Egrang Tanoker ke-14 di Jember Perbesar

Sabtu, 09 Mei 2026 – 14.39 | 1180 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria resmi melaunching Festival Egrang Tanoker ke-14 di Pasar Lumpur, Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu (9/5/2026). Peluncuran festival budaya tahunan tersebut ditandai dengan pelepasan balon sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan Festival Egrang Tanoker tahun ini.

Kehadiran Nezar Patria bersama istri disambut hangat oleh panitia dan masyarakat Ledokombo. Ketua panitia festival menyematkan janur kuning kepada rombongan Wamen Komdigi sebagai bentuk penghormatan dan tradisi penyambutan khas setempat.

Suasana semakin meriah saat para pemuda dan pemudi Ledokombo menampilkan tarian egrang di hadapan tamu undangan. Penampilan juga datang dari siswa-siswi SDN Lembengan 03 yang menunjukkan kemahiran bermain egrang dan mendapat apresiasi dari para hadirin.

 

Dalam sambutannya, Nezar Patria menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi Komunitas Tanoker yang selama 14 tahun terus menjaga permainan tradisional tetap hidup di tengah perkembangan era digital.

 

“Ini kegiatan yang bagus sekali dan kami memberikan apresiasi yang tinggi untuk Tanoker Ledokombo atas kegiatan Festival Egrang yang sekarang sudah memasuki tahun ke-14,” ujarnya.

 

Menurut Nezar, Festival Egrang tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Ledokombo dan Kabupaten Jember.

 

Ia menilai permainan tradisional seperti egrang tetap relevan bagi generasi muda saat ini, terutama di tengah dominasi aktivitas digital dan penggunaan gawai pada anak-anak.

 

“Mereka sudah terbiasa bermain game di dunia digital, dan permainan egrang ini menjadi penyeimbang yang baik. Anak-anak belajar menjaga keseimbangan, berkolaborasi, dan memiliki semangat untuk bangkit ketika jatuh,” katanya.

 

Nezar menegaskan bahwa permainan tradisional warisan leluhur mengandung nilai pendidikan karakter yang penting untuk membentuk mental generasi muda.

 

“Jangan takut jatuh, jangan takut gagal. Kita bisa bangun lagi dan mendapatkan keseimbangan yang baik. Ini akan membangun sikap mental yang bagus untuk generasi muda ke depan,” imbuhnya.

 

Selain menghadiri launching festival, pihak Kementerian Komunikasi dan Digital juga membuka peluang dukungan lebih luas terhadap kegiatan Tanoker agar dapat terhubung dengan program digital wellbeing atau kesehatan mental digital anak-anak. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Astra Honda Siap Lanjutkan Performa Positif di ARRC Mandalika 2026

7 Agustus 2026 - 20:31

Bupati Jember Bantah Programnya Sekadar Populis, Akui Kekompakan ASN Masih Jadi Tantangan

7 Agustus 2026 - 20:26

DBHCHT Kota Pasuruan Hadirkan Perlindungan Nyata, Ahli Waris Pekerja Rentan Terima Santunan Rp70 Juta

7 Agustus 2026 - 16:19

Polres Jombang Perkuat Kolaborasi, Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

7 Agustus 2026 - 13:28

Sengketa Tanah Bobi Warga Silo Jember vs Bunda Bali Berlanjut di Jalur Pidana dan Perdata 

7 Agustus 2026 - 13:26

INDOMOBIL Expo Semarang 2026 Hadirkan Beragam Kendaraan Listrik Terbaru dan Promo Spesial

7 Agustus 2026 - 09:13

Trending di KABAR NUSANTARA