Reporter : Joko Santoso
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan,Kabarpas.com -Ratusan warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan menggelar aksi demo dengan menggelar istighotsah di lokasi tambang sirtu yang berada di Dusun Gunung Bolur, wilayah setempat, Kamis,(26/04/2018)
Dalam aksinya, warga menuntut agar pengerukan di dusun tersebut dihentikan, sekaligus supaya tambang yang masih operasi itu agar ditutup. Pasalnya, warga menilai bahwa pengerukan yang dilakukan oleh sejumlah orang itu tidak ijin kepada warga maupun kepada desa setempat. Padahal, tanah yang dikeruk PT Winona itu bukan murni milik TNI AL.
Dari pantauan kabarpas.com, para pendemo sempat menyegel alat berat yang ada, dan menghentikan kegiatan itu, dan dengan gerak cepat warga mebentangkan poster dan spanduk berisi protes di bawa becho (alat berat). Dalam poster itu berisi tuntutan “Aksi Damai Menghentikan Pengerukan Tanah Petani”.
Eko Suryono, selaku korlap aksi demo mengatakan bahwa tanah tersebut masih sengketa, sehingga TNI AL tidak bisa melakukan apa-apa, demikian juga warga tidak bisa serta merta mengelolah lahan ini. Maka dengan itu, warga dengan tegas minta agar tambang tersebut ditutup.
“Permintaan kami, pokoknya tambang ini dihentikan dan ditutup sebelum ada keputusan resmi, dan kami tidak peduli milik siapa, untuk apa tambang itu. Karena menurut kami tanah yang diusung milik nenek moyang kami,” tegasnya. (jok/tin).

















