Probolinggo, Kabarpas.com – Sejumlah warga di Desa/Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, melakukan ritual usir covid-19 dengan cara keliling dusun. Cara itu, diyakini mampu menangkal segala penyakit baik itu wabah atau musibah lainnya.
Ritual yang dilakukan dengan tarian yang diperankan Topeng Naga itu sebagai simbol kemarahan naga, untuk mengusir wabah di bulan Suro. Sebab, bulan Suro yang dikenal dengan bulan sakral oleh suku Jawa.
Pantauan wartawan Kabarpas.com di lapangan, suara pecut dan aroma dupa berseliweran di acara ritual yang digelar pada malam Jumat Legi itu.
“Ini sebagai salah satu cara suku jawa untuk mengusir segala macam penyakit yang ada di Kabupaten Probolinggo dan umumnya Negara Indonesia,” jelas Samse kepada Kabarpas.com.
Menurut Gus Sam, panggilan akrab warga sekitar, ritual yang dilakukan pada malam hari bertepatan dengan malam Jum’at Legi, untuk mengangkat segala macam wabah yang saat ini sedang melanda.
“Kita bisa pasrah dan kita berusaha semaksimal mungkin untuk membuat rasa aman dan nyaman untuk warga,” terang Ketua RW 02 Desa Dringu ini.
Sementara itu, ritual usir COVID- 19 menjadi perhatian warga sekitar. Tak tanggung-tanggung, warga memadati adanya ritual tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan utamanya jaga jarak.
“Ya kita sambil berdoa bersama untuk memunajatkan kepada sang pencipta, agar peyebaran COVID- 19 segera selesai, dan virus asal Wuhan Cina, segera ditarik oleh Allah SWT,” ungkap Maya warga setempat. (sam/tin).

















