Reporter: Hari Purnomo
Editor: Memey Mega
___________________________________
Banyuwangi (Kabarpas.com) – Warga lingkungan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi keluhkan debu halus yang mencemari udara di kawasan pelabuhan Tanjung Wangi, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Tak hanya itu, rupanya pencemaran akibat muatan klinker atau bahan campuran semen ini merambah di sepanjang jalan Gatot Subroto, Kecamatan Kalipuro, lantaran truk yang memuat tidak menutupi bak mobil muatannya.
Ditambah lagi debu yang berasal dari pelabuhan Tanjung Wangi tersebut mengarah ke pemukiman warga, yang diperkirakan jaraknya kurang dari satu kilometer.
Menurut pedagang kopi di Jalan Gatot Subroto yang enggan disebut namanya mengatakan, bubuk semen yang biasa di sebut klinker yang berada di pelabuhan Tanjungwangi dan dimuat truk tersebut sampai menyatu dengan udara, lalu kemana-mana hingga masuk ke rumah warga.
“Kalau debu ini sampai terhirup oleh anak-anak, dikhawatirkan anak-anak atau warga dapat terserang penyakit pernapasan,” ucap seorang pedagang kopi yang berada di kawasan Jalan Gatot Subroto kepada kabarpas.com, Senin (03/07/2017).
Pedagang kopi mencemaskan bagaimana nasib warga sekitar kalau samau berlanjut selama sebulan kedapan, “Bisa-bisa seluruh warga bisa terserang penyakit pernapasan,” cemasnya.
Sedangkan pihak dari pelabuhan Tanjungwangi hingga saat ini masih belum bisa di konfirmasi. Padahal General Meneger PT Pelindo III Tanjung Wangi, Edy sulaksono, sudah dihubungi melalui pesan whatsapp oleh wartawan kabarpas.com biro Banyuwangi. Namun, terlihat di ponsel pesan whatsapp hanya di baca saja dan belum dibalas. (har/mey).

















