Reporter : Abdur Rozaq
Editor : Agus Harianto
Pasuruan, Kabarpas.com – Bau kemenyan menyeruak di antara hawa dingin hujan rintik-rintik pada sore itu. Asap mengepul seakan membawa para pengunjung di Pasoeroean Djaman Bijen (PJB) 2018 ke hawa mistis sekaligus sakral. Ternyata, saat didekati ada “Mpu Gandring” sedang menempa keris di salah satu stand PJB tahun 2018 tersebut.
Stand unik dan mistis itu adalah stand milik SMAN 2 Kota Pasuruan. Kepada Kabarpas.com, Devi Linda Sari, salah satu siswi SMAN2 Kota Pasuruan itu mengatakan, tema ini diusung untuk mengingatkan masyarakat Kota Pasuruan ke kearifan lokal dan keahlian masyarakat Indonesia dalam membuat keris.
“Untuk memperkenalkan kerajinan keris yang sudah punah di Kota Pasuruan,” jelasnya kepada Kabarpas.com, Jumat (02/03/2018).
Gadis manis berhijab itu juga menjelaskan, segenap peralatan untuk menempa keris memang asli, meski para siswa yang memperagakan proses pembuatan keris hanya acting.
“Semua peralatan kami datangkan dari Singosari, Malang. Di sana memang ada pandai besi yang masih memproduksi keris,” ujar dara manis itu.
Selain itu Devi menjelaskan bahwa di sekolahnya itu juga ada ekstrakurikuler gamelan. Sehingga tak heran saat pengunjung masuk ke stand mereka ada sejumlah siswa yang tengah asyik memainkan gamelan.
“Memang ada ekstra kurikuler gamelan dan teater di sekolah kami. Mereka memang bisa memainkan gamelan seperti yang dilihat,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Sementara Teguh Wahyu Agung, siswa kelas XI SMAN 2 Pasuruan menambahkan, SMAN 2 mengusung tema pembuatan keris.
“Tujuannya selain untuk memperkenalkan senjata tradisional keris, sekaligus menyambut penganugerahan julukan Kota Pusaka kepada kota Pasuruan,” pungkasnya. (zaq/gus).

















