Reporter : Hari Sudarmoko
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Beberapa tahun terakhir ini energi menjadi persoalan bagi kehidupan. Peningkatan permintaan energi yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi terbarunya.
Salah satu sumber energi alternatif adalah biogas dari kotoran ternak sapi, yaitu suatu energi yang dihasilkan dari proses biodegradasi dengan bantuan bakteri dalam kondisi anaerob pada material organik (kotoran sapi).
Keuntungan yang didapat dari proses pemanfaatan kotoran sapi bagi pemilik peternakan sapi adalah menambah penghasilan dari penjualan pupuk organik dan menghemat pengeluaran biaya penggunaan listrik. Sebenarnya pemanfaatan kotoran sapi dapat memberikan nilai ekonomis yang lebih tinggi jika dilakukan dengan cara membangun Pembangkit Listrik TenagaBiogas (PLTBG).
Disela-sela kunjungannya di Pondok Pesatren Sidogiri pada Sabtu (07/04) Menteri ESDM Ignasius Jonan saat ditemui awak media menjelaskan, energi biogas bisa untuk menjadi listrik.
“Selain matahari, air yang diubah menjadi listrik, energi biogas juga bisa menghasilkan listrik untuk penerangan. Semakin tinggi kandungan metana, maka nilai kalor biogas akan semakin tinggi,” pungkasnya. (dar/tin).

















