Pasuruan, Kabarpas.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pasuruan, Suryani Firdaus Adi Wibowo, menegaskan komitmen penuhnya dalam mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang ramah anak, hijau, sekaligus produktif.
Komitmen tersebut ditunjukkan secara nyata melalui kehadirannya dalam acara Deklarasi Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sekaligus Peluncuran Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang berpusat di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Kota Pasuruan.
Acara strategis ini turut dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pasuruan Provinsi Jawa Timur, Erwan Tjahjono; Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Ezzamir Wardana; serta jajaran penyuluh pertanian setempat.
Dalam sambutannya, perempuan yang akrab disapa Bunda Ani ini menyampaikan apresiasi yang tinggi atas transformasi positif serta rentetan prestasi yang berhasil ditorehkan oleh SLBN 1 Kota Pasuruan.
> “Atas nama Pemerintah Kota Pasuruan, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan merasa sangat bangga. SLBN 1 Kota Pasuruan telah berhasil mewujudkan deklarasi SIKAP dan Sekolah ASRI,” ujar Bunda Ani.
>
Ia menilai, lingkungan SLBN 1 Kota Pasuruan kini telah menjelma menjadi area yang luar biasa dan memberikan dampak positif yang besar bagi para siswa. Fasilitas pendukung yang tersedia pun dinilai sudah sangat representatif dan memadai.
Pada momen tersebut, Bunda Ani juga secara khusus memuji prestasi siswa SLBN 1 Kota Pasuruan yang sukses menyabet gelar Juara Favorit dalam ajang perlombaan yang diselenggarakan oleh Kadin, Dekranasda, dan Cak Ning Kota Pasuruan. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti sahih bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi luar biasa jika terus didukung dan diasah dengan tepat.
“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga orang tua yang tiada henti dan konsisten mendampingi anak-anak kita,” tambahnya.
Bunda Ani berharap, SLBN 1 Kota Pasuruan dapat terus konsisten menjadi ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Dengan begitu, para siswa bisa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, saleh, serta mampu menjadi pemimpin masa depan sesuai dengan potensinya masing-masing.
Sinergi Karakter dan Ketahanan Pangan
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pasuruan Provinsi Jawa Timur, Erwan Tjahjono, menyatakan bahwa kolaborasi program ini merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam membangun karakter siswa berbasis lingkungan.
Melalui gerakan Sekolah ASRI, para siswa diajak untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Langkah konkretnya dimulai dari kebiasaan sederhana namun berdampak besar, seperti membuang sampah pada tempatnya, menekan penggunaan plastik, bergotong-royong menjaga kebersihan, hingga menanam tanaman produktif demi menciptakan lingkungan yang asri.
Di sisi lain, Program SIKAP diorientasikan untuk membangun kesadaran dini mengenai pentingnya ketahanan pangan lewat aktivitas edukatif yang inovatif. Kolaborasi kedua program ini diharapkan tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas secara akademik, melainkan juga membentuk generasi yang produktif, berkarakter kuat, dan mandiri.
Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan apel bersama yang diikuti oleh seluruh peserta. Setelah itu, Bunda Ani bersama rombongan meninjau langsung kolam budidaya ikan lele dan nila yang dikelola bersama para siswa.
Sebagai aksi nyata pelestarian lingkungan, dilakukan juga penanaman bibit pohon serta aneka sayuran produktif seperti cabai, terong, dan tomat di area belakang gedung baru sekolah. Suasana acara kian semarak dan interaktif berkat penampilan seni dari para siswa serta pameran produk kerajinan tangan unggulan karya siswa-siswi SLBN 1 Kota Pasuruan. (emn/tin).

















