Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 6 Sep 2019

1.279 RTMP Segera Dapatkan Bantuan Program Bekerja


1.279 RTMP Segera Dapatkan Bantuan Program Bekerja Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Sedikitnya 1.279 RTMP (Rumah Tangga Miskin Pertanian) yang tersebar di 10 desa di Kecamatan Pajarakan akan segera mendapatkan bantuan hibah melalui program Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) dari Kementerian Pertanian RI tahun 2019.

Ke-10 desa tersebut diantaranya Desa Sukokerto, Pajarakan Kulon, Selogudig Wetan, Karangbong, Karanggeger, Karangpranti, Ketompen, Selogudig Kulon, Sukomulyo dan Tanjung.

Untuk memberikan pemahanan tentang pemeliharaan ayam yang baik dan benar, Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) RI bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo memberikan bimbingan teknis (bimtek) manajemen pemeliharaan ayam di aula UPT Pusat Kesehatan Hewan DPKH Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan yang dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko dan Kepala BBIB Singosari Malang Enniek Herwiyanti ini dihadiri oleh 25 orang peserta terdiri dari Forkopimka Pajarakan, Korwil III (Pajarakan, Kraksaan, Maron dan Krejengan) serta petugas teknis DPKH Kabupaten Probolinggo.

Plt Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengungkapkan Bekerja merupakan program dari Kementerian Pertanian RI yang dilaksanakan mulai tahun 2018. Tahun 2019 ini adalah tahun yang ke-2 dan kebetulan di Provinsi Jawa Timur ada 3 (tiga) daerah yang memperoleh program tersebut meliputi Kabupaten Probolinggo, Pamekasan dan Sampang.

“Untuk program Bekerja ini masing-masing RTMP mendapatkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 500 ribu untuk pembuatan kandang, ayam jenis Jawa Super sebanyak 50 ekor, pakan 150 kg, obat-obatan dan vitamin serta bibit hortikultura yang akan dikembangkan menjadi bahan pakan lokal,” ungkapnya.

Menurut Sidik, bimtek manajemen pemeliharaan ayam ini dilakukan dalam rangka menjelaskan bagaimana memelihara ayam yang baik. Sebab RTMP harus berupaya bagaimana ayam ini bisa hidup. “Insya Allah pada minggu ketiga bulan ini bantuan tersebut sudah diserahkan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sidik menerangkan bahwa para RTMP penerima bantuan ini harus dikawal agar program Bekerja ini dapat berjalan secara maksimal. Karena program ini digulirkan memang untuk kesejahteraan masyarakat. Kalau bertelur, maka telurnya itu bisa dijual dan dinikmati sendiri. Karena Kabupaten Probolinggo juga termasuk bagian daerah yang stuntingnya cukup tinggi.

“Salah satu sisi dari peternakan yaitu bisa dinikmati dan bisa dijual. Dagingnya bisa dijual atau terus bisa dipelihara. Jadi tidak ada ikatan nanti kalau sudah besar dikasihkan ke yang lain. Karena memang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Sidik menambahkan dengan pemberian bantuan program Bekerja ini diharapkan mampu mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo. Sebab kalau bantuan ini bisa dikembangkan dengan baik, maka akan ada tambahan penghasilan. Jika bisa dikembangkan maka tidak dijual, kalaupun mau dijual satu per satu pun maka juga bisa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Paling tidak nanti ada yang bisa dipelihara sehingga bisa berkembang biak dan hasilnya bisa untuk tambahan pendapatan masyarakat untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Sementara Kepala BBIB Singosari Malang Enniek Herwiyanti mengatakan program bedah kemiskinan rakyat sejahtera atau bekerja di Kementerian Pertanian RI ini sudah berlangsung sejak tahun 2018 kemarin. Penerima program ini ditentukan langsung dari pusat dengan kriteria data dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

“Jadi untuk data RTMP ini sudah ada dasar dari Kemensos. Kami maupun daerah tidak diperbolehkan memilih sendiri dan tinggal memverifikasi dari data Kemensos tersebut. Selanjutnya kita datangi untuk mengetahui apakah RTMP tersebut naik kelas sehingga tidak mungkin lagi menerima atau sudah pindah atau sudah meninggal atau masih tetap dan layak kita beri bantuan,” katanya.

Enniek menerangkan, rencananya bantuan program Bekerja ini akan diserahkan pada pertengahan bulan September 2019. Setelah diberikan diharapkan nantinya pihak terkait bisa bersama-sama membantu mendampingi para RTMP supaya apa yang diberikan oleh pemerintah itu berkah dan menjadi bertambah.

“Harapannya para RTMP mendapatkan nutrisi tambahan dari telur atau mungkin dari ayam jantan yang nantinya akan dijual atau dipotong untuk dibelikan kebutuhan hidupnya. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan hidupnya dan mengurangi angka kemiskinan,” pungkasnya. (mel/nis).

Artikel ini telah dibaca 88 kali

Baca Lainnya

KKG Multigrade Wonomerto-Sumberasih Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

19 Juni 2026 - 17:34

BPPKAD Kabupaten Probolinggo Gelar Pembinaan Penatausahaan Keuangan Bagi Pejabat Pengelola Keuangan Daerah 2026

18 Juni 2026 - 20:43

Terlilit Ekonomi, Oknum P3K Nekat Curi Traktor

16 Juni 2026 - 09:13

DKUPP Kabupaten Probolinggo Perkuat Pembinaan KDKMP, Siapkan Kabupaten Probolinggo Tuan Rumah Harkop Jatim

15 Juni 2026 - 14:07

Jembatan Kaca Bromo Siap Beroperasi, Target Buka Saat Libur Sekolah

13 Juni 2026 - 08:48

Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Kawal Verval Usulan Bantuan Hibah PP PAUD hingga Tuntas

11 Juni 2026 - 15:20

Trending di Kabar Probolinggo