Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 19 Jun 2026

KKG Multigrade Wonomerto-Sumberasih Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap


KKG Multigrade Wonomerto-Sumberasih Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Multigrade Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih menggelar diseminasi Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) selama dua hari, Rabu dan Kamis (17-18/6/2026).

Kegiatan yang didukung Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Kemitraan Indonesia-Australia bidang pendidikan ini dilaksanakan di Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Wonomerto pada hari pertama dan Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sumberasih pada hari kedua.

Sebanyak 21 peserta yang terdiri dari pengawas, kepala sekolah dan guru fase A, B dan C dari lima sekolah pelaksana kelas rangkap mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih meliputi SDN Kedungsupit 2, SDN Patalan 3, SDN Sumberkare 3, SDN Laweyan 3 dan SDN Sumberbendo 1.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi parenting, penguatan Growth Mindset atau pola pikir bertumbuh yang disampaikan Pengawas Kecamatan Wonomerto Burhanudin serta materi Iklim Belajar yang Kondusif oleh Pengawas Kecamatan Sumberasih Maini Yudiningsih.

Peserta juga diajak merefleksikan implementasi pola pikir bertumbuh melalui tayangan video, diskusi kelompok dan simulasi Power Walk untuk memahami keragaman latar belakang peserta didik, mulai dari faktor geografis, ekonomi, budaya hingga disabilitas.

Pada hari kedua, peserta mendalami materi Unit 1 tentang konsep dasar pembelajaran kelas rangkap melalui pemutaran video, curah gagasan, diskusi kelompok dan presentasi hasil pembahasan mengenai definisi, urgensi dan strategi pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap.

District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono mengatakan kolaborasi KKG Multigrade di Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat inovasi pembelajaran di sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan jumlah guru maupun peserta didik.

“Pelaksanaan KKG Multigrade ini membuktikan bahwa keterbatasan jumlah guru atau ruang kelas bukan lagi hambatan, melainkan peluang untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Melalui kolaborasi ini, guru dapat saling berbagi praktik baik dan memperkaya metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah,” katanya.

Menurut Anwar, pembelajaran kelas rangkap memberikan dampak positif berupa meningkatnya efisiensi dan efektivitas proses belajar, terbangunnya kolaborasi lintas sekolah dan kecamatan serta tumbuhnya kemandirian siswa melalui interaksi tutor sebaya.

“Model pembelajaran multigrade mampu mendorong siswa untuk belajar bersama, saling membantu dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Sementara siswa yang lebih muda menjadi lebih termotivasi untuk belajar dan berkembang,” jelasnya.

Sementara Pengawas Kecamatan Wonomerto Burhanuddin mengungkapkan keberhasilan implementasi pembelajaran kelas rangkap tidak hanya ditentukan oleh penguasaan strategi pembelajaran, tetapi juga oleh pola pikir guru yang terus bertumbuh serta kemampuan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif bagi seluruh peserta didik. Guru memiliki peran sentral dalam membangun budaya belajar yang memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang sesuai potensi dan kebutuhannya.

“Pembelajaran kelas rangkap menuntut guru memiliki pola pikir bertumbuh atau growth mindset. Guru harus yakin bahwa setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang melalui usaha, pendampingan dan strategi pembelajaran yang tepat. Ketika guru mampu menanamkan keyakinan tersebut, maka suasana belajar yang positif dan berpusat pada murid akan lebih mudah terwujud,” ujarnya.

Burhanuddin menjelaskan keberagaman karakteristik peserta didik harus dipandang sebagai kekuatan dalam proses pembelajaran, bukan sebagai hambatan. Oleh karena itu, guru perlu menghadirkan pembelajaran yang inklusif dengan memperhatikan kebutuhan belajar setiap peserta didik.

“Lingkungan belajar yang inklusif harus menjadi budaya di sekolah. Setiap anak, apa pun latar belakang sosial, ekonomi, budaya maupun kemampuan belajarnya, harus mendapatkan akses dan kesempatan yang sama untuk belajar. Guru perlu memahami perbedaan tersebut agar dapat memberikan layanan pembelajaran yang tepat dan berpihak kepada murid,” jelasnya.

Lebih lanjut Burhanuddin berharap kegiatan diseminasi pembelajaran kelas rangkap dapat memperkuat kapasitas guru dalam mengelola kelas secara efektif sekaligus membangun kolaborasi antar guru melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG).

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru tidak hanya memahami konsep pembelajaran kelas rangkap, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata di sekolah. Dengan semangat belajar, berkolaborasi dan berbagi praktik baik, kualitas layanan pendidikan di wilayah Kecamatan Wonomerto dan sekitarnya akan terus meningkat,” tambahnya.

Sedangkan Pengawas Kecamatan Sumberasih Maini Yudiningsih mendorong para guru untuk memahami dan mengoptimalkan penerapan Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) sebagai salah satu strategi efektif dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan, khususnya di sekolah yang memiliki keterbatasan jumlah guru, ruang kelas maupun jumlah peserta didik.

Menurutnya, pembelajaran kelas rangkap bukan sekadar solusi atas keterbatasan, tetapi juga menjadi pendekatan pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas proses belajar peserta didik melalui interaksi yang lebih kolaboratif dan berpusat pada murid.

“Pembelajaran kelas rangkap harus dipahami sebagai pendekatan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar bersama dalam lingkungan yang kolaboratif, saling membantu dan saling menghargai perbedaan. Dengan pengelolaan yang tepat, PKR justru dapat meningkatkan kemandirian, kemampuan sosial serta capaian akademik peserta didik,” ungkapnya.

Maini menjelaskan keberhasilan penerapan PKR sangat bergantung pada kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran, menyesuaikan strategi dengan kebutuhan murid serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan kaya literasi maupun numerasi.

“Guru dituntut mampu merancang pembelajaran yang fleksibel dan berdiferensiasi sesuai kebutuhan belajar murid. Selain itu, lingkungan kelas harus mendukung tumbuhnya budaya belajar yang aktif, sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri, berkelompok maupun melalui interaksi dengan teman sebaya,” jelasnya.

Lebih lanjut Maini berharap kegiatan diseminasi dan penguatan guru melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) dapat menjadi sarana berbagi praktik baik sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran kelas rangkap di sekolah masing-masing.

“Melalui forum KKG ini, para guru dapat saling belajar, berbagi pengalaman dan menemukan solusi bersama terhadap berbagai tantangan yang dihadapi di sekolah. Harapannya, implementasi pembelajaran kelas rangkap dapat berjalan lebih efektif dan mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik,” harapnya.

Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut pembelajaran kelas rangkap. KKG Multigrade dijadwalkan kembali berlangsung pada 22 Juli 2026 di Korwil Wonomerto dan dilanjutkan kegiatan studi sharing ke lembaga multigrade di Kecamatan Sukapura pada 1 Agustus 2026. (len/ian).

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

PWNU Jatim Siap Sukseskan Munas-Konbes NU di Ploso, Kediri

19 Juni 2026 - 18:46

Digital Smart Community: Program Edukasi Literasi Digital Masyarakat 

19 Juni 2026 - 17:41

Ratusan Pelajar Pasuruan dan Sekitarnya Ikuti Seminar Inspiratif AHM Best Student 2026

19 Juni 2026 - 14:23

Dosen UNU Pasuruan Jadi Narsum Utama Bootcamp Riset Mahasiswa Universitas PGRI Sumenep 

19 Juni 2026 - 10:58

​Ratusan Pelajar se-Pasuruan Raya Antusias Ikuti Seminar Inspiratif Bertajuk Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya

18 Juni 2026 - 23:41

Pemalsuan Dokumen dalam Kemigrasian Indonesia

18 Juni 2026 - 23:14

Trending di Kabar Terkini