Pasuruan, Kabarpas.com – Tradisi praonan masyarakat pesisir Kota Pasuruan yang sempat terhenti selama 2 tahun akibat pandemi. Akhirnya digelar kembali pada Senin (09/05/2022).
Tradisi praonan sendiri merupakan tradisi yang digelar berbarengan dengan tradisi kupatan pada hari raya lebaran ketujuh.
Pantauan Kabarpas.com, ribuan warga antusias merayakan tradisi praonan salah satunya seperti terlihat di pesisir Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.
Para warga rela mengantri untuk bisa menyewa perahu milik nelayan setempat ke tengah laut.
Para warga tampak mengajak anak dan sanak saudaranya untuk bisa berkeliling rekreasi melihat pemandangan laut. Bahkan, bila beruntung, mereka bisa melihat langsung kemunculan hiu tutul.
Lurah Panggungrejo, Zakir menjelaskan meskipun tradisi praonan sudah diperbolehkan, pihaknya masih memberlakukan pembatasan perahu atau kapal layar milik nelayan setempat. “Untuk kapal dibatasi, kalau sebelumnya ada 94 kapal sekarang cuma 30 kapal,” ujar Zakir.
Selain jumlah kapal yang dibatasi, para pemilik kapal juga tidak diperbolehkan untuk pergi terlalu jauh ke tengah laut.
Kasubnit Lidik Polairud Polres Pasuruan, Aipda Laswanto, mengatakan bahwa larangan ini dilakukan karena kondisi permukaan air laut sedang pasang dengan gelombang yang cenderung tinggi.
“Demi keselamatan kita himbau agar tidak sampai ke tengah laut ,” ucap Wanto sapaan akrab Aipda Laswanto.
Selain itu, Wanto menegaskan jika para nelayan tidak boleh menaikkan penumpang kapal melebihi kapasitas.
“Apalagi ini kan yang dipakai perahu nelayan, yang tidak dilengkapi pelampung. Jadi tidak boleh melebihi kapasitas mengingat rawan laka laut, ” pungkasnya. (emn/ida).

















