Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – 77 orang pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari,,di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.
Pejabat struktural yang dimutasi ini terdiri dari 5 orang pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II), 26 orang pejabat administrator (eselon III), 45 orang pejabat pengawas (eselon IV) serta 1 orang Direktur Perusahaan Daerah Rengganis Kabupaten Probolinggo.
Serah terima jabatan diwakili oleh Tutug Edi Utomo dan Santiyono sebagai Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah). Selanjutnya Tutug Edi Utomo akan menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra. Sementara sebagai Kepala Badan Keuangan Daerah akan diisi oleh Dewi Korina yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan.
Selain itu juga ada Mahbub Zunaidi sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Posisinya lamanya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) digantikan oleh Dwijoko Nurjayadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satpol PP. Dengan adanya mutasi ini, maka untuk sementara posisi Dinas Pendidikan dan Satpol PP akan dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) sampai adanya pejabat definitif.
Pergeseran posisi juga terjadi di jajaran eselon II, baik karena untuk penyegaran organisasi ataupun perubahan nomenklatur. Seperti pada beberapa Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) diantaranya Roby Siswanto sebagai Kepala Bagian Pemerintahan, Didik Abdul Rohim sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Mariono sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Susilo Isnadi sebagai Kepala Bagian Perekonomian dan SDA serta Heri Mulyadi sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
Dalam sambutannya Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengatakan mutasi merupakan sesuatu yang biasa dilakukan dalam sebuah organisasi sebagai pembinaan karir pegawai dalam rangka menggerakkan jalannya roda pemerintahan, meningkatkan pelaksanaan pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.
“Harapan saya para pejabat yang masih memegang amanah masing-masing harus ada sebuah perubahan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Harus ada inovasi dan kecepatan yang lebih dalam melaksanakan tugas dan kewajiban khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Menurut Bupati Tantri, amanah jabatan mulai dari eselon II, III dan IV adalah sebuah lahan untuk beribadah dan tidak ada manusia yang sempurna. Barangkali dengan niatan ibadah, berangkat setiap hari dari rumah ke kantor untuk menyebarkan kebaikan dan kebermanfaatan bagi sesama demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo.
“Seringkali saya mengingatkan kepada semua, bagaimana menuju sukses mengemban amanah yang harus dilakukan adalah diniati dengan ibadah dan segera belajar betul-betul memahmi tupoksi masing-masing. Tetapi jangan lupa, saudara-saudara tidak bekerja sendiri sebagai Kepala OPD, masih ada stafnya,” jelasnya.
Oleh karena itu Bupati Tantri meminta agar segenap Kepala OPD untuk mengajak komunikasi para stafnya untuk menyempurnakan ketidaksempurnaan manusia. Sebab tidak akan ada satu pekerjaan yang akan sukses manakala dikerjakan dan dipikirkan sendiri. Komunikasi, sinergi dan kolaborasi merupakan hal yang mutlak dilakukan oleh seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
“Saya berharap agar roda pemerintahan dengan segala kelebihan dan kekurangan seluruh sumber daya yang ada akan mampu melaju lebih kencang dibandingkan sebelumnya, termasuk proses pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (mel/nis).

















