Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 7 Feb 2026

Sosialisasi DTSEN, Mensos Ajak Kepala Desa Benahi Data Warga Rentan


Sosialisasi DTSEN, Mensos Ajak Kepala Desa Benahi Data Warga Rentan Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Pemerintah pusat terus menekankan pentingnya ketepatan data sebagai fondasi utama pengentasan kemiskinan. Hal itu ditegaskan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf saat sosialisasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diikuti camat, kepala desa, dan pilar sosial se-Kabupaten Pasuruan.

Di hadapan para pemangku kebijakan tingkat desa, Saifullah Yusuf menyoroti masih banyak warga miskin yang luput dari perhatian negara karena tidak tercatat dalam data resmi. Mereka disebutnya sebagai the invisible people.

“Ada orang-orang yang menderita tapi tidak tampak. Bisa jadi tetangga kita sendiri, saudara kita sendiri. Mereka dekat, tapi tidak terlihat karena tidak masuk data,” ujar Saifullah Yusuf.

Menurutnya, pembenahan data menjadi kunci untuk membangun kesadaran baru dalam penanganan kemiskinan. Data yang akurat, kata dia, harus benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan agar intervensi negara tepat sasaran.

“Kalau data akurat, program akan tepat sasaran. Tapi kalau datanya tidak tepat, bisa menimbulkan tukaran, saling menyalahkan, bahkan konflik,” tegasnya.

Mensos menegaskan, upaya ini sejalan dengan amanat konstitusi. Pasal 34 UUD 1945 menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Prinsip itu juga sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang mendorong kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial mengamanatkan perlindungan, jaminan sosial, dan rehabilitasi sosial yang dilaksanakan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

“Agar kebutuhan material, spiritual, dan sosial masyarakat bisa terpenuhi,” jelas pria yang akrab dengan sebutan Gus Mensos itu.

Untuk memperkuat pelaksanaan di lapangan, Presiden RI telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Salah satu turunannya adalah lahirnya program Sekolah Rakyat.

Dalam konteks DTSEN, Saifullah Yusuf menekankan peran strategis kepala desa. Mereka diminta aktif mengelaborasi data warganya berdasarkan desil kesejahteraan, mulai dari desil 1 sebagai kelompok pra-sejahtera hingga desil 10.

“Kata kuncinya ada di data. Kepala desa harus tahu siapa warganya yang masuk desil 1, desil 2, sampai desil 10,” ujarnya.

Setelah data valid, intervensi pemerintah dilakukan secara berjenjang. Tahap awal berupa jaminan dan perlindungan sosial, seperti pemenuhan sandang, pangan, papan, akses pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial. Selanjutnya, warga didorong masuk tahap rehabilitasi sosial untuk memulihkan fungsi sosialnya.

“Kalau sudah itu, baru kita masuk ke pemberdayaan. Karena bansos itu sifatnya sementara, tapi berdaya harus selamanya,” tutup pria yang pernah meraih penghargaan bergengsi Kabarpas Awards 2023 sebagai Tokoh Inovatif tersebut.(dis/ian).

Artikel ini telah dibaca 66 kali

Baca Lainnya

Supervisi 209 Dapur MBG di Jember Rampung, Bupati Fawait Sebut Administrasi Mulai Tertib

21 Juni 2026 - 15:13

Pemkab Jember Ajukan Enam Raperda, Klaim Ekonomi 2025 Tumbuh di Atas Jatim dan Nasional

21 Juni 2026 - 15:11

Bupati Jember Nilai Aksi Dukungan MBG Jadi Bukti Demokrasi Berjalan: Perbedaan Aspirasi Harus Dihormati

21 Juni 2026 - 13:34

Piala Soeratin U-13 dan U-15 Trenggalek Batal Digelar di Stadion Menak Sopal, Simak Alasannya

21 Juni 2026 - 12:54

Antara Toga dan Dunia Kerja

21 Juni 2026 - 10:20

Ribuan Warga Padati Saksikan Road to Kilau Raya MNCTV, Semarakkan HUT ke-108 Kota Mojokerto

21 Juni 2026 - 08:05

Trending di Entertainment