Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 24 Feb 2026

Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Trenggalek Wadul ke Dewan Terkait Proses Perizinan


					Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Trenggalek Wadul ke Dewan Terkait Proses Perizinan Perbesar

Trenggalek, Kabarpas.com – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Trenggalek menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kabupaten Trenggalek, yang dikemas dalam bentuk rapat dengar pendapat terkait proses perizinan usaha yang dianggap berbelit-belit di aula DPRD setempat, Selasa 24 Februari 2026.

Rapat dengar pendapat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi dan Ketua Komisi IV Sukarodin.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek, Sukarodin menyebut, ada dua pokok persoalan yang harus ditanggapi secara serius dari hasil aspirasi yang disampaikan oleh IAI Cabang Trenggalek.

Diantaranya adalah proses pengajuan izin yang tidak berlaku (mati) menjadi izin baru terkendala pada sistem aplikasi Online Single Submission (OSS) dan disebut sebagai SOTES, sekaligus menjadi kendala utama.

“Ada beberapa data yang hilang diaplikasi. Nah, di sini pemohon mengurus ulang mulai dari awal dan ini yang menjadi problematik atau ribet. Pertanyaannya kenapa data koq bisa hilang,” kata Sukarodin.

Sedangkan untuk perbaikan data kewenangan ada di pusat, sehingga diperlukan koordinasi secara intensif agar data tersebut bisa muncul kembali.

Politisi senior PKB itu menyampaikan, dari IAI Cabang Trenggalek mengeluhkan hal tersebut karena belum ada Standart Operating Procedure (SOP) yang jelas. Tentu saja ini akan menjadi kendala dalam proses pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), izin lingkungan, dan dan SLF menjadi buntu.

“Jadi harus ada solusi akan kemudahan dalam proses tersebut,” ujarnya.

Kemudian, ia menuturkan, pihak Dinas Kesehatan telah menjelaskan jika akan ada pertemuan dengan Kementerian Kesehatan Kamis mendatang.

“Tentu ini angin segar, dan bagi IAI Cabang Trenggalek. Sekaligus meminimalisir para apoteker meninggalkan Trenggalek karena problem tersebut,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar ada penertiban terkait PBG terhadap apotik-apotik yang akan berdiri. Tapi yang sudah terlanjur berdiri tinggal mengurus SLF agar tidak merugikan pemilik usaha.

“Maksudnya proses pengurusan PBG sambil jalan, namun kalau operasi wajib memiliki PBG,” tuturnya.

Sementara itu. Ketua IAI Cabang Trenggalek, Esti Ambar Widya Ningrum membenarkan jika dirinya bersama anggotanya menyampaikan aspirasi terkait kendala perizinan. “Tentu ini penting, karena menyangkut masa depan per apotikan di Trenggalek,” jelasnya.

Esti sapaan dia mengatakan, di Trenggalek ada sekitar 110 apotik dan ada yang izinnya sudah mati. “Kalau ada kendala dalam proses perizinan ya kita kan wadul ke dewan,” tutupnya.(gus/ian).

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jember Targetkan Kebangkitan di Porprov Jatim 2027, KONI Mulai Petakan Atlet

25 Oktober 2026 - 13:22

BSC Peduli Bersama PMI Gelar Donor Darah

25 Oktober 2026 - 10:56

Festival Pemuda Kota Mojokerto Menjadi Ruang Kembangkan Kreativitas dan Prestasi

25 Oktober 2026 - 10:51

PCX Kelap KELIP Hadir di Berbagai Kota, Pererat Persaudaraan Bikers Honda

24 Oktober 2026 - 16:51

MPM Honda Jatim Hadirkan Pameran Honda Supra X di Lippo Plaza Kupang, Tawarkan Promo Angsuran Menarik

24 Oktober 2026 - 16:46

Karang Taruna Kabupaten Probolinggo Disiapkan Jadi Penggerak Sosial dan Ekonomi Digital

24 Oktober 2026 - 16:41

Trending di Kabar Probolinggo