Jember, Kabarpas.com – Suasana ruang perawatan di RSD Kalisat, Jember, terasa berbeda pada Sabtu (14/3/2026) sore. Di sela waktu menjelang berbuka puasa, ratusan paket takjil dibagikan kepada pasien dan keluarga yang sedang menunggu di rumah sakit tersebut. Di antara mereka, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jember, Ning Ghyta Eka Puspita, terlihat menyapa satu per satu pasien sambil menyalurkan bantuan.
Kegiatan berbagi itu menjadi bagian dari rangkaian aksi sosial Ramadan yang dilakukan TP PKK Jember. Sebanyak 500 paket takjil dibagikan kepada pasien serta keluarga yang tengah mendampingi perawatan di RSD Kalisat.
Dalam kunjungan tersebut, Ning Ghyta didampingi Direktur RSD Kalisat, dr. Nurullah. Ia mengaku cukup terkejut dengan perkembangan pelayanan di rumah sakit tersebut yang menurutnya mengalami banyak perubahan dibanding beberapa waktu lalu.
“Saya sempat terkejut, Kalisat melesat. Pelayanannya luar biasa, mulai dari satpam sampai tenaga medis semuanya menyapa dengan ramah,” ungkapnya.
Kunjungan itu tidak hanya diisi dengan pembagian takjil. Ning Ghyta juga menyempatkan diri meninjau beberapa ruang perawatan, termasuk ICU dan NICU. Di ruangan tersebut, ia berdialog dengan keluarga pasien yang sedang menunggu proses perawatan.
Momen tersebut diakuinya cukup menyentuh. Ia melihat langsung bagaimana para orang tua harus menghadapi situasi sulit ketika anggota keluarga mereka menjalani perawatan intensif.
“Kami hadir untuk merangkul mereka. Kadang bahasa wanita itu cukup dengan saling memeluk agar mereka merasa tidak berjuang sendirian,” ujarnya.
Menurut Ning Ghyta, dukungan moral bagi keluarga pasien tidak kalah penting dibandingkan dengan tindakan medis. Beban psikologis yang dialami keluarga sering kali ikut memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Dalam kesempatan itu, ia juga sempat berbincang dengan sejumlah pasien terkait akses layanan kesehatan yang mereka gunakan. Dari percakapan tersebut, banyak warga mengaku memanfaatkan program Universal Health Coverage (UHC) untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit.
“Tadi saya tanya warga, mereka ke sini pakai apa. Banyak yang menjawab menggunakan UHC. Ini berarti program kesehatan gratis memang sangat membantu masyarakat,” katanya.
Menutup kunjungannya, Ning Ghyta berharap RSD Kalisat dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menilai pendekatan pelayanan yang ramah dan humanis menjadi bagian penting dalam layanan kesehatan.
“Yang paling penting adalah melayani dengan sepenuh hati, segenap jiwa, dan seluruh tubuh,” tandasnya. (dan/ian).

















