Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 6 Apr 2026

Dari UMKM hingga Hilirisasi Kopi: Cara Jember Mendorong Investasi Agar Terasa di Masyarakat


Dari UMKM hingga Hilirisasi Kopi: Cara Jember Mendorong Investasi Agar Terasa di Masyarakat Perbesar

Senin, 06 April 2026 – 08.36 | 752 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi, Kepala DPMPTSP Jember, Isnaini Dwi Susanti, memaparkan bahwa pemerintah daerah mulai menggeser fokus dari sekadar menarik modal menjadi memastikan dampaknya menjalar ke ekonomi lokal.

Salah satu strategi utama adalah memperkuat kemitraan antara pelaku usaha skala besar (non-UMK) dengan UMKM. Tujuannya, agar pelaku usaha kecil tetap bertahan dan naik kelas di tengah arus investasi.

Selain itu, akselerasi program MBG (Makan Bergizi Gratis) dimanfaatkan sebagai instrumen ekonomi. Dalam skema ini, pelaku usaha lokal dilibatkan dalam penyediaan bahan baku seperti beras, telur, ayam, dan sayuran.

“Ini difasilitasi oleh OPD teknis seperti perdagangan dan koperasi agar rantai pasoknya melibatkan pelaku lokal,” ujar Santi.

Strategi lain adalah pengembangan agrowisata edukasi. Kawasan seperti Puncak Rembangan, Puslit Kopi, hingga integrasi wisata Watu Ulo–Papuma didorong menjadi pusat ekonomi baru berbasis masyarakat.

Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan investasi besar, tetapi juga menghidupkan aktivitas ekonomi skala lokal melalui pariwisata dan jasa.

Pemerintah daerah juga mengandalkan penyelenggaraan event berskala nasional dan internasional untuk mendorong perputaran ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM.

Ke depan, arah kebijakan investasi mulai difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi. Pariwisata berbasis aset daerah menjadi salah satu prioritas, tidak hanya untuk meningkatkan PAD tetapi juga membuka peluang investasi baru.

Di sisi lain, hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi dan tembakau menjadi agenda strategis. Melalui penyediaan data terintegrasi, penyiapan tenaga kerja lokal, serta kemitraan antara BUMD, Puslit Kopi Kakao, dan perhutanan sosial, pemerintah berupaya menekan disparitas harga sekaligus memperkuat rantai distribusi.

Langkah ini menunjukkan upaya untuk menggeser ekonomi Jember dari sekadar produsen bahan mentah menjadi penghasil produk bernilai tambah.

Jika berhasil, strategi ini tidak hanya akan memperbesar nilai investasi, tetapi juga memperluas dampaknya dari angka di laporan menjadi daya beli nyata di masyarakat. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Jember Masuk Peta Penerbangan Nasional, Terkoneksi 15+ Kota Lewat Wings Air

6 Mei 2026 - 21:21

Resmi Diumumkan! Pemenang Program THR Honda Total 1 Miliar

6 Mei 2026 - 20:56

Kiai Tajul Mafakhir: Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

6 Mei 2026 - 20:23

Kandang Ayam 100 Ribu Ekor di Mumbulsari Meresahkan, Dinas Sebut Izin Tak Terdaftar

6 Mei 2026 - 18:32

Pemkab Jember Buka Lowongan Survei Pajak, Gaji Rp2,85 Juta per Bulan 

6 Mei 2026 - 14:04

Kisah Legenda Persekabpas Khasan Sholeh, Kini Sukses Jadi Juragan Ternak

6 Mei 2026 - 13:01

Trending di Berita Pasuruan