Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 27 Apr 2026

223 PNS Baru Jember Disumpah, Bupati Dorong ASN Terlibat Langsung Atasi Kemiskinan


223 PNS Baru Jember Disumpah, Bupati Dorong ASN Terlibat Langsung Atasi Kemiskinan Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Pemkab Jember menambah amunisi baru dalam struktur birokrasinya. Sebanyak 223 pegawai resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam prosesi pengambilan sumpah/janji yang dipimpin langsung Bupati Muhammad Fawait di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (27/6/2026).

Bagi Fawait, penambahan aparatur ini bukan sekadar pengisian formasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan publik di daerah. Ia menaruh harapan pada energi baru yang dibawa para PNS muda tersebut.

“Jember tidak bisa dibangun oleh satu atau dua orang. Dibutuhkan kolaborasi seluruh ASN untuk menghadirkan perubahan,” ucapnya.

Ia juga mendorong para aparatur sipil negara untuk aktif menyebarkan optimisme kepada publik, termasuk melalui media sosial. Menurutnya, persepsi positif terhadap daerah menjadi bagian dari kerja kolektif birokrasi.

Namun, di balik seremoni pelantikan, Fawait menyoroti persoalan yang lebih mendasar, yaitu kemiskinan. Ia menyebut angka kemiskinan di Jember dalam satu dekade terakhir cenderung stagnan di kisaran 200 ribu jiwa.

Kondisi ini, menurutnya, membutuhkan pendekatan yang tidak hanya administratif, tetapi juga empatik. Karena itu, pemerintah daerah melibatkan ASN secara langsung dalam proses verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan.

Keterlibatan tersebut mencakup seluruh lapisan birokrasi, mulai dari sekretaris daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga pegawai di level bawah.

“Verval ini bukan hanya soal data akurat, tetapi agar ASN memahami langsung kondisi riil masyarakat,” ujar Fawait.

Pendekatan ini diharapkan mampu menggeser pola kerja birokrasi dari sekadar berbasis angka menjadi berbasis pengalaman lapangan. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan dapat lebih tepat sasaran.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp1 triliun. Kenaikan ini diproyeksikan menjadi salah satu penopang dalam upaya menekan angka kemiskinan.

Bagi Fawait, agenda penguatan fiskal dan pembenahan data tidak bisa dipisahkan. Keduanya menjadi fondasi dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif.

“Tujuan akhirnya agar ASN bersama pemerintah daerah bisa memahami persoalan utama dan bersama-sama mengatasinya,” katanya.

Dengan masuknya ratusan PNS baru, pemerintah daerah berharap mesin birokrasi dapat bergerak lebih responsif. Tantangannya, sebagaimana disiratkan dalam agenda verval, bukan hanya pada kapasitas teknis, tetapi juga pada kepekaan sosial dalam membaca realitas masyarakat. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 31 kali

Baca Lainnya

Astra Honda Siap Lanjutkan Performa Positif di ARRC Mandalika 2026

7 Agustus 2026 - 20:31

Bupati Jember Bantah Programnya Sekadar Populis, Akui Kekompakan ASN Masih Jadi Tantangan

7 Agustus 2026 - 20:26

DBHCHT Kota Pasuruan Hadirkan Perlindungan Nyata, Ahli Waris Pekerja Rentan Terima Santunan Rp70 Juta

7 Agustus 2026 - 16:19

Polres Jombang Perkuat Kolaborasi, Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

7 Agustus 2026 - 13:28

Sengketa Tanah Bobi Warga Silo Jember vs Bunda Bali Berlanjut di Jalur Pidana dan Perdata 

7 Agustus 2026 - 13:26

INDOMOBIL Expo Semarang 2026 Hadirkan Beragam Kendaraan Listrik Terbaru dan Promo Spesial

7 Agustus 2026 - 09:13

Trending di KABAR NUSANTARA